Rabu 22 Jul 2020 07:17 WIB

Mendongeng Bangun Ikatan Emosional Orang Tua dan Anak

Mendongeng memiliki banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah
Mendongeng memiliki banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak (Foto: ilustrasi mendongeng untuk anak)
Foto: Piqsels
Mendongeng memiliki banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak (Foto: ilustrasi mendongeng untuk anak)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjadikan kegiatan mendongeng sebagai rutinitas harian bersama buah hati adalah keputusan tepat. Mendongeng memiliki banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak serta bisa membangun ikatan emosional antara orang tua dan anak.

Psikolog Klinis Ratih Ibrahim mengatakan, rutin menceritakan dongeng terhadap anak di usia satu hingga lima tahun bisa menstimulasi beberapa aspek penting yang berperan dalam tumbuh kembang anak. Beberapa aspek tersebut, antara lain motorik, kognitif, komunikasi, bahasa serta pemahaman norma dan nilai.

Baca Juga

"Usia 1 sampai 5 tahun merupakan fase kritis dan sensitif bagi buah hati. Makanya pada rentang usia itu anak harus mulai belajar mengeksplorasi apa pun yang bisa meningkatkan pengetahuannya," kata Ratih dalam sebuah konferensi pers virtual tentang Dongeng Aku dan Kau, Selasa (21/7).

Ratih menerangkan, ketika anak diceritakan dongeng, mereka akan terpicu untuk belajar membolak-balikkan halaman, menelusuri gambar dan lain-lain. Melalui kegiatan itu, motorik halus si kecil menjadi terstimulasi.

"Motorik kasarnya juga terlatih dengan mendongeng. Buah hati kita jadi belajar mengikuti gerakan karakter misalnya gerakan si kancil, gerakan burung atau karakter lainnya," ungkap Ratih.

Lalu untuk aspek kognitif, mendongeng akan meningkatkan rasa keingintahuan buah hati, mengasah kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis, imajinasi dan mengembangkan minat baca. Mendongeng juga bisa mengembangkan keterampilan komunikasi dan interaksi anak.

"Rutin menceritakan dongeng juga akan memperkaya dan meningkatkan pemahaman kosa kata anak. Jadi usahakan cerita dongengnya selalu berganti-ganti, jadi kemampuan bahasa anak terstimulus," ungkap Ratih.

Menurut Ratih, dongeng juga menjadi media alternatif untuk menyampaikan nilai-nilai dan norma yang baik kepada anak. Belajar nilai baik, misalnya dengan mengajarkan pola hidup sehat dari dongeng.

Karenanya, Ratih mendorong agar orang tua lebih aware akan pentingnya mendongeng bagi buah hati. Orang tua juga harus mampu menyampaikan dongeng secara interaktif, informatif dan kaya akan pesan moral.

"Nilai kejujuran, tanggung jawab, tenggang rasa, atau nilai baik lainnya harus ditumbuhkan dan diajarkan sejak dini. Dan dongeng menjadi media alternatif untuk menyampaikan nilai itu," kata Ratih.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement