Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Trump Geram dengan Aksi Berlutut Saat Lagu Kebangsaan

Rabu 22 Jul 2020 04:59 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Foto: AP/Patrick Semansky
Sejumlah pemain MLS dan MLB melakukan aksi berlutut dukung Black Lives Matter.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Donald Trump kembali mengkritik bintang-bintang olahraga yang berlutut selama lagu kebangsaan Amerika Serikat dinyanyikan. Trump geram dengan para pemain liga sepak bola (MLS) dan liga baseball (MLB) terus menunjukkan dukungannya kepadagerakan Black Lives Matter (BLM).

Dalam Liga Premier MLS misalnya, pemain, pelatih dan staf ofisial di MLS melakukan aksi berlutut sebelum dimulainya setiap pertandingan di MLS is Back di Florida. "Menantikan untuk menyaksikan pertandingan langsung olahraga, tetapi setiap kali saya menyaksikan seorang pemain berlutut selama lagu kebangsaan dinyanyikan, sebuah tanda rasa tidak hormat yang besar untuk negara dan bendera kita, pertandingan sudah berakhir bagi saya!" tulis Trump dalam akun Twitter-nya yang dilansir Sky Sports, Rabu.

Aksi protes berlutut itu bermula dari seorang atlet NFL Colin Kaepernick pada 2016, sementara para pemain lain mengikutinya sambil menaikkan kepalan tangan mereka untuk memprotes ketidaksetaraan rasial yang pertama kali dilakukan oleh atlet Amerika John Carlos dan Tommie Smith dalam Olimpiade Meksiko 1968.

Awal bulan ini, Thierry Henry mengirim pesan dukungan yang kuat untuk gerakan BLM dengan berlutut selama delapan menit dan 46 detik. Jumlah waktu itu sama saat petugas kepolisian Minneapolis Derek Chauvin menaruh lututnya di leher seorang warga kulit hitam, George Floyd.

George Floyd meninggal dunia akibat tindakan Chauvin tersebut dan kematiannya memicu aksi protes atas di seluruh dunia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA