Selasa 21 Jul 2020 17:41 WIB

Ini Faktor Lain Penentu Dinamika Ekonomi Global

Ekonomi global akan sangat sulit tumbuh positif tahun ini.

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Fuji Pratiwi
Executive Director Center Of Reform On Economics (CORE Indonesia) Mohammad Faisal. CORE manyatakan, pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) juga akan menjadi faktor sentimen yang lain pada ekonomi global tahun ini.
Foto: ROL/FAkhtar Khairon Lubis
Executive Director Center Of Reform On Economics (CORE Indonesia) Mohammad Faisal. CORE manyatakan, pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) juga akan menjadi faktor sentimen yang lain pada ekonomi global tahun ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menyebutkan, tingkat penyebaran virus Covid-19 tidak hanya menjadi faktor satu-satunya untuk menentukan dinamika ekonomi global tahun ini. Pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) juga akan menjadi faktor sentimen yang lain.

Faisal menjelaskan, apabila tidak ada pandemi, pemilihan umum di Negeri Paman Sam akan menentukan dinamika dari ekonomi global. Tidak terkecuali tahun ini, di mana pemilihan presiden siap berlangsung pada November.

Baca Juga

"Ini akan menjadi hints untuk prospek ke depan," ujar Faisal dalam diskusi online bertajuk CORE Mid Year Review 2020, Selasa (21/7).

Perkembangan prediksi kekuatan calon pemimpin di Amerika Serikat menjadi hal menarik. Terakhir, Faisal mengatakan, Joe Biden yang merupakan calon presiden AS dari Partai Demokrat memiliki peluang besar dengan tingkat perolehan suara hingga 89 persen. Di sisi lain, popularitas Presiden AS Donald Trump justru semakin turun.

Faisal menilai, dinamika ekonomi akan semakin menjadi hal menarik setelah hasil pemilihan presiden keluar pada November. "Kita tahu, banyak kebijakan bertolak belakang antara Trump dengan yang selain Trump. Ini perlu diperhatikan ke depannya," ucap Faisal.

Secara keseluruhan, lembaga-lembaga internasional sudah memperkirakan, tahun ini akan terjadi resesi ekonomi dunia, bahkan yang paling dalam sejak Great Depression 1930. Kontraksi ekonomi juga akan menjadi yang terdalam sejak Perang Dunia II.

Faisal mengatakan, prediksi tersebut sangat dimengerti karena kasus positif Covid-19 di dunia yang semakin meningkat. Bahkan, tidak hanya secara akumulatif, juga tambahan kasus baru yang terus menunjukkan tren pertumbuhan.

Faisal menjelaskan, ekonomi global akan sangat sulit tumbuh positif tahun ini. Sebab, proses pemulihan ekonomi global akan terjadi apabila wabah tertangani secara meluas atau tidak terbatas pada satu-dua negara saja.

"Peluangnya tahun ini untuk positif kecil sekali, bahkan akan (menurun) sangat tajam," ujar Faisal.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement