Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Susul UEA ke Mars, China akan Luncurkan Misi Tianwen 1

Selasa 21 Jul 2020 14:13 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Dwi Murdaningsih

Mars

Mars

Foto: NASA
China tak gembar-gembor soal misi ke Mars pada akhir bulan ini.

REPUBLIKA.CO.ID, HAINAN -- Pada akhir Juli atau awal Agustus mendatang, roket Long March 5 milik China akan diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satelit Wenchang China di Pulau Hainan, di Laut China Selatan. Roket ini akan membawa tiga robot penjelajah, yang dirancang oleh badan antariksa China untuk menempuh perjalanan bersejarah ke Mars.

Dilansir dari CNET, misi ini dikenal sebagai Tianwen-1. Misi diambil dari puisi dengan nama yang sama dan diterjemahkan sebagai 'pertanyaan ke Surga'. China sangat tertutup tentang tonggak utama misi ini dan informasi sulit didapat.

Lokasi Tianwen-1 akan diluncurkan telah diumumkan, tetapi detail tepatnya kapan masih menjadi misteri. Pada 14 Juli, China Daily melaporkan pesawat ruang angkasa telah diangkut ke fasilitas peluncuran siap untuk lepas landas. Tanggal yang diperkirakan 23 Juli telah lama diusulkan, tetapi tidak pernah dikonfirmasi.

Planet merah akan berada pada titik terdekatnya ke Bumi pada akhir Juli, sekitar 58 juta kilometer. Namun, Tianwen-1 masih harus menempuh jarak yang jauh lebih jauh untuk mendarat di permukaan Mars sekitar April 2021.

Ini membutuhkan banyak akurasi navigasi dan pendaratan yang menakutkan ke permukaan. Seperti yang disadari AS dan Rusia, Mars terkenal pandai membunuh para penjelajah robot. Lebih dari 50 persen misi yang dikirim ke planet merah gagal.

Baca Juga

Misi China akan berusaha mencapai Mars dengan beberapa upaya. "Tianwen-1 akan mengorbit, mendarat dan melepaskan semua rover pada percobaan pertama, dan mengoordinasikan pengamatan dengan pengorbit. Tidak ada misi planet pernah dilaksanakan dengan cara ini," kata kepala ilmuwan misi dalam sebuah artikel pendek untuk jurnal Nature Astronomy pada 13 Juli.

Dengan tiga pesawat ruang angkasa menuju Mars, China berharap dapat memberikan survei global dan luas atas seluruh planet, sambil menggunakan rover untuk memeriksa lokasi di permukaan dengan minat ilmiah yang tinggi.

Ada lima tujuan penjelajahan yang pertama kali ditetapkan pada 2018. Pertama, membuat peta geologi Mars. Kedua, menjelajahi karakteristik tanah Mars dan berpotensi menemukan endapan air-es.

Ketiga, menganalisis komposisi bahan permukaan. Keempat, menyelidiki atmosfer dan iklim Mars di permukaan. Kelima, memahami medan elektromagnetik dan gravitasi planet ini

Pengorbit dilengkapi dengan tujuh instrumen. Pengorbit berisi dua kamera, radar penembus bawah permukaan, spektrometer untuk mengungkapkan komposisi mineral permukaan dan instrumen untuk menganalisis partikel bermuatan di atmosfer Mars.

Rover (robot penjelajah), yang sekitar dua kali massa rover bulan China Yutu-2 di sekitar 240 kilogram, berisi enam instrumen dan juga termasuk dua kamera, serta radar dan tiga detektor yang dapat digunakan untuk memahami komposisi tanah  dan medan magnet Mars.

Situs pendaratan untuk rover telah menjadi subjek spekulasi, tetapi artikel Nature menegaskan itu akan berada di suatu tempat di Utopia Planitia, dataran luas di garis lintang utara Mars dan tempat yang sama dengan misi Viking 2 NASA mendarat pada tahun 1970-an.

Tanggal pendaratan yang diperkirakan adalah sekitar dua hingga tiga bulan setelah Tianwen-1 tiba di orbit Mars. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, kita dapat mengharapkannya sekitar bulan April atau Mei 2021.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA