Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Azkanio, Jebolan The Master Kini Betah di Jalur Entrepreneur

Selasa 21 Jul 2020 07:07 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Stimulus ekonomi (ilustrasi)

Stimulus ekonomi (ilustrasi)

Foto: Republika
Ia turut memberikan edukasi mengenai vaporizer.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu jebolan ajang pencarian bakat di dunia hiburan sulap 'The Master', Candra Wahyu Pramono bersyukur dengan jalan hidup yang diretasnya. Walau menjajaki jalur di luar dunia sulap seperti Joe Sandy, Limbad, dan Denny Darko, sosok yang kerap disapa Azkanio Panda ini sukses menjadi seorang pebisnis di bidang vaporizer.

"Diusia 17 tahun saya merantau ke Jakarta untuk mengadu nasib. Basic saya sebetulnya bukan pesulap keluarga besar saya seniman di bidang musik," ujar Panda saat berbincang di Jakarta, Senin (20/7).

photo
Azkanio Panda. - (Dok. Pri)
Awal di Jakarta Panda bekerja di bidang kuliner, karena kekagumannya terhadap seorang mentalis Indonesia Deddy Corbuzer, ia mencoba mempelajari sulap melalui buku Book of Magic karya Deddy Corbuzier.

"Book of Magic buku yang ditulis oleh Deddy Corbuzier berisikan tentang seni magic atau sulap. Lebih dari setahun saya terus mempelajari buku ini. Tahun 2008 saya memberanikan diri ikut pada ajang pencarian bakat magician The Master di salah satu TV Swasta Nasional dengan menggunakan nama panggung Azkaniocanz ," katanya. 

Tahun 2010 Panda bergabung dengan Darko Enterprise, tahun 2013 memutuskan untuk keluar dari tim namun sempat membantu beberapa pertunjukan magician-magician papan atas lainya seperti Rhomedal Aquino, dan Limbad .

"Tahun 2014 saya memutuskan untuk berhenti dari dunia magic, mencoba sebuah wirausaha atau berdagang online shop, karena sedang ramai waktu itu. saya banyak belajar wirausaha di youtube karena banyak ilmu yang disajikan lewat youtube" ungkap pria kelahiran Semarang 15 November 1990 ini.

Panda Collection toko online pertama miliknya,  mencoba edukasi tetang dunia vaporizer melalui channel youtube miliknya.

"Saya melihat platform youtube yang berkembang pesat di kala itu. Tetapi bahasan untuk vaporizer sangat minim sekali. Saya berpikir bagaimana caranya untuk bisa orang-orang tagu saya menjual produk di era milenial ini, karena orang perlu diedukasi dengan hal yang baru ini. Vaporizer channel youtube saya yang semula bernamakan Panda Collection Berubah Menjadi Panda Vapestore," kata Panda.

Konsistensi dalam membuat video tutorial, unboxing, review, maupun tips dari dunia vaporizer, membuatnya menerima penghargaan Silver Play Button dari youtube pada 2019.

"Dengan perhargaan Silver Play Button itu , dan saya makin banyak di kenal oleh netizen melalui Instagram : @Azkaniopanda, Youtube : Panda Vapestore usaha saya terus berkembang," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA