Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Hanya Seperempat Warga Jepang Inginkan Olimpiade

Senin 20 Jul 2020 10:12 WIB

Red: Friska Yolandha

 Yoshiro Mori, Presiden Komite Penyelenggara Pertandingan Olimpiade Tokyo 2020. Hanya seperempat warga Jepang yang ingin Olimpiade Tokyo yang tertunda virus corona tetap diadakan tahun depan. Sebaliknya, kebanyakan menginginkan ditunda atau bahkan dibatalkan.

Yoshiro Mori, Presiden Komite Penyelenggara Pertandingan Olimpiade Tokyo 2020. Hanya seperempat warga Jepang yang ingin Olimpiade Tokyo yang tertunda virus corona tetap diadakan tahun depan. Sebaliknya, kebanyakan menginginkan ditunda atau bahkan dibatalkan.

Foto: ISSEI KATO / POOLREUTERS POOL
Lebih banyak warga Jepang yang menginginkan olimpiade ditunda atau dibatalkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hanya seperempat warga Jepang yang ingin Olimpiade Tokyo yang tertunda virus corona tetap diadakan tahun depan. Sebaliknya, kebanyakan menginginkan ditunda atau bahkan dibatalkan.

Hal itu berdasarkan hasil jajak pendapat terbaru seperti dikutip AFP, Senin (20/7). Hanya 23,9 persen responden sebuah jajak pendapat nasional selama tiga hari yang dipublikasikan Ahad (19/7) yang menginginkan Olimpiade 2020 digelar tahun depan.

Jajak pendapat yang diselenggarakan oleh kantor berita Kyodo itu mendapati angka 36,4 persen untuk responden yang meminta ditunda. Sebanyak 33,7 persen responden mendukung untuk dibatalkan sama sekali.

Baca Juga

Kebanyakan yang mendukung penundaan atau pembatalan adalah mereka yang tak yakin pandemi sudah terbendung saat Olimpiade berlangsung yang kini dijadwalkan ke 23 Juli 2021.

Survei terpisah yang diselenggarakan surat kabar Asahi Shimbun menemukan angka 33 persen mendukung digelar tahun depan. Sedangkan 61 persen lainnya mendukung penundaan atau pembatalan.

Olimpiade Tokyo 2020 dibatalkan Maret lalu karena pandemi virus corona. Jajak pendapat nasional ini mengamini survei terpisah bulan lalu terhadap penduduk Tokyo yang menyimpulkan lebih dari separuh penduduk mendukung penundaan atau pembatalan.

Jepang dan para pejabat Olimpiade sudah tegas menyatakan tidak akan ada lagi penundaan. Namun kekhawatiran meningkat di Jepang mengenai gelombang baru infeksi di mana ibu kota Tokyo sendiri mencatat kasus harian yang tinggi belakangan hari ini.

Presiden Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach menyatakan pekan lalu bahwa Olimpiade Tokyo bisa menjadi "tonggak unik bagi seluruh dunia" dengan menandaskan bahwa event ini "akan menjadi pertemuan seluruh dunia pertama setelah virus corona."

Namun Bach menyatakan pihaknya sudah menyiapkan beberapa format Olimpiade jika pandemi tak berhenti. Di antaranya pertandingan Olimpiade tanpa penonton.

Kyodo News melakukan survei telepon kepada 1.045 orang, sedangkan Asahi melakukan survei serupa terhadap 2.097 responden.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA