Ahad 19 Jul 2020 00:52 WIB

62 Anggota Jamaah Tabligh Malaysia di India Dipulangkan

Jamaah tabligh Malaysia di India dipulangkan dengan pesawat khusus

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Anggota Jamaah Tabligh menunggu bus yang akan membawa mereka ke fasilitas karantina di Nizamuddin, New Delhi, India, Selasa (31/3). Jamaah tabligh Malaysia di India dipulangkan dengan pesawat khusus. Ilustrasi.
Foto: REUTERS/Adnan Abidi
Anggota Jamaah Tabligh menunggu bus yang akan membawa mereka ke fasilitas karantina di Nizamuddin, New Delhi, India, Selasa (31/3). Jamaah tabligh Malaysia di India dipulangkan dengan pesawat khusus. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR - Sebanyak 62 anggota jamaah tabligh asal Malaysia yang terjebak di India karena pandemi Covid-19 tiba di Bandar Udara KLIA, Sabtu, pukul 06.00 waktu setempat. Mereka pulang dijemput pemerintah Malaysia dengan pesawat khusus.

"Mereka pulang menaiki sebuah pesawat sewa khusus yang dikoordinasikan oleh Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra)," ujar Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein dalam pernyataannya di Putrajaya, Sabtu.

Baca Juga

Dia mengatakan jumlah semua penumpang 96 orang. Sedangkan 62 orang merupakan warga Malaysia anggota jamaah tabligh yang telah ditahan di India sejak Maret 2020.

"Mereka ditahan oleh pihak berkuasa India atas tuduhan menyalahgunakan visa lawatan sosial bagi menjalankan aktivitas keagamaan. Walau bagaimanapun sebagian besar telah menjalani proses perundangan dan dibebaskan dari tuduhan tersebut," katanya.

Sebanyak 34 warga Malaysia lainnya yang pulang menumpang pesawat yang sama bukan merupakan bagian dari jamaah tabligh.

"Saya menyampaikan setinggi-tinggi penghargaan kepada Pemerintah India karena telah memberi kerja sama sepenuhnya kepada Pemerintah Malaysia, khususnya Perwakilan Malaysia di India, dalam usaha membantu rakyat Malaysia yang terjebak di sana termasuk jamaah tabligh," ungkap Hussein.

Dia juga berterima kasih kepada seluruh keluarga jamaah dan rakyat Malaysia pada umumnya atas kesabaran mereka menunggu masalah tersebut diselesaikan. "Pemerintah Malaysia menghadapi beberapa kendala dalam usaha menyelesaikan proses diplomasi dan perundingan. Bagaimanapun, kita bersyukur karena berkat doa, kesabaran dan kepercayaan seluruh rakyat Malaysia, isu ini dapat diselesaikan," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement