Saturday, 28 Sya'ban 1442 / 10 April 2021

Saturday, 28 Sya'ban 1442 / 10 April 2021

Tas Tradisional Jadi Solusi Kantong Plastik di Banjarmasin

Jumat 17 Jul 2020 22:36 WIB

Red: Nora Azizah

Tas purun diberikan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik di pasar, khususnya pasar tradisional (Foto: perajin tas purun)

Tas purun diberikan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik di pasar, khususnya pasar tradisional (Foto: perajin tas purun)

Foto: Priyantono Oemar/ Republika
Pemkot Banjarmasin membagikan tas tradisional 'Purun' sebagai pengganti plastik.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin membagikan sebanyak 5.000 bakul purun atau tas dari anyaman berbahan tanaman rumput rawa bernama purun ke pasar tradisional. Tas purun diberikan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik di pasar, khususnya pasar tradisional.

Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Marzuki, di Banjarmasin, Jumat (17/7), mengatakan, sebanyak 5.000 bakul purun itu dibagi secara gratis di pasar-pasar tradisional. Menurut dia, ada beberapa pasar tradisional, setidaknya setiap kecamatan itu ada pasar tradisional percontohan untuk menerapkan pengurangan sampah kantong plastik.

"Diberikan kepada para pedagang juga para pembeli, ini sebagai sosialisasi agar mereka jangan menggunakan kantong plastik sekali pakai lagi," ujarnya.

Marzuki mengatakan, penggunaan kantong plastik sekali pakai masih cukup tinggi di pasar tradisional ini, hingga perlu diubah kebiasaan itu dengan menggunakan wadah yang ramah lingkungan. Bakul purin menjadi pilihan tepat, apalagi bakul purun merupakan khas daerah.

"Apalagi jenis-jenis bakul purun kini diolah dengan sangat kreatif, hingga keren dibawa ke pasar," tuturnya.

Menurut dia, penerapan tanpa kantong plastik di toko-toko moderen sudah berjalan dengan baik, sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwali) nomor 18 tahun 2016 tentang larangan kantong plastik di ritel dan toko moderen. Dia mengakui ada tantangan yang cukup besar di masa pandemi COVID-19 ini, hingga gerakan itu menjadi sedikit kendor.

"Bahkan Banjarmasin jadi kota percontohan nasional terkait ini, kita mau galakkan dengan serius juga di pasar tradisional," paparnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA