Kamis 16 Jul 2020 17:40 WIB

Pejabat Pemerintah Yogyakarta Jalani Rapid Test

Setelah rapid test akan dilanjutkan dengan tes swab massal melalui PCR

Rep: Silvy Dian Setiawan / Red: Hiru Muhammad
Petugas Linmas berjaga saat penutupan Pasar Bantengan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, Kamis (16/7). Penutupan Pasar Bantengan ini selama tiga hari atau hingga Sabtu (18/7). Hal ini dilakukan usai seorang pedagang terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19. Dan kini dirawat di rumah sakit lapangan Bambanglipuro, Bantul.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Petugas Linmas berjaga saat penutupan Pasar Bantengan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, Kamis (16/7). Penutupan Pasar Bantengan ini selama tiga hari atau hingga Sabtu (18/7). Hal ini dilakukan usai seorang pedagang terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19. Dan kini dirawat di rumah sakit lapangan Bambanglipuro, Bantul.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Pejabat pemerintah di Kota Yogyakarta menjalani rapid diagnostic test (RDT). Rapid test ini dilaksanakan selama dua hari yakni pada 15 hingga 16 Juli.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, di hari pertama pelaksanaannya total 478 orang yang menjalani rapid test ini. Untuk hasilnya  belum dikeluarkan. "Dua hari ini kita melakukan rapid test kepada pejabat-pejabat di Balai Kota Yogyakarta. Dari Pak Wali Kota, Wakil Wali Kota, sekda, asisten, kepala OPD dan camat, lurah," kata Heroe yang juga Wakil Wali Kota Yogyakarta tersebut, Kamis (16/7). 

Rapid test ini dilakukan setelah sebelumnya digelar di pasar tradisional, mall, cafe dan resto. Setelah rapid test selesai dilakukan, pihaknya akan melanjutkan dengan tes swab secara massal melalui polymerase chain reaction (PCR). 

Namun, untuk swab massal ini sudah dimulai dengan menyasar tenaga medis. Heroe menyebut, setidaknya sekitar 1.700 tenaga medis yang akan disasar untuk tes swab massal. 

Tes swab terhadap tenaga medis ini dilakukan untuk melihat penyebaran Covid-19 terhadap tenaga medis. Terutama bagi tenaga medis yang menangani pasien Covid-19."Dalam memasuki masa kebangkitan (new normal) ini, kita ingin melihat kembali apakah tenaga medis kita masih dalam kondisi yang bersih dari paparan atau tidak. Apalagi kemarin juga ada dokter yang terpapar juga," ujarnya.

Swab massal ini nantinya masih akan terus berlanjut. Pihaknya akan menyasar petugas lapangan seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) hingga petugas Jogoboro yang ada di kawasan Malioboro. "Nanti akan dilanjutkan dengan petugas seperti Jogoboro, Satpol PP dan petugas lapangan lainnya dengan swab," ujarnya.

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement