Kamis 16 Jul 2020 11:29 WIB

Covid-19 Sebabkan Kemiskinan di Perdesaan Meningkat

Angka kemiskinan di perdesaan naik karena pergerakan masyarakat dari kota ke desa.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Ratna Puspita
Ilustrasi kemiskinan. Wabah Covid-19 membuat masyarakat bergerak dari kota ke desa sehingga meningkatkan angka kemiskinan di perdesaan.
Foto: Republika/Agung Supri
Ilustrasi kemiskinan. Wabah Covid-19 membuat masyarakat bergerak dari kota ke desa sehingga meningkatkan angka kemiskinan di perdesaan.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepala Bidang Statistik Sosial pada Badan Pusat Statistika (BPS) Jawa Timur Asyim Saputra mengatakan, wabah Covid-19 berpengaruh terhadap peningkatan jumlah penduduk miskin di wilayah setempat, utamanya di perdesaan. Menurutnya, meningkatnya angka kemiskinan di perdesaan disebabkan pergerakan masyarakat dari kota ke desa.

"Kami duga terjadi mobilitas cukup besar dari penduduk di kota yang tidak mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19 yang kembali ke desa. Dan kita identifikasi banyak yang masuk ke rumah tangga miskin terutama di desil I," ujar Asyim di Surabaya, Kamis (16/7).

Baca Juga

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, terutama Jawa Timur, membuat banyak orang kehilangan pekerjaan dan penghasilan. Sebagian besar dari mereka yang mengalami PHK ataupun dirumahkan dari tempat kerja, memilih kembali ke desa.

Kondisi ini, kata dia, membuat musim panen raya yang semestinya terjadi pada April tidak terlalu berpengaruh. Padahal, kata dia, diharapkan dengan pergeseran musim tanam pertama tahun ini, setidaknya masih ada pemasukan untuk masyarakat perdesaan. 

"Tapi ada pergerakan dari kota ke desa ini membuat ada penambahan kemiskinan di pedesaan," ujarnya. 

Sebenarnya, kata dia, angka kemiskinan di Jatim nyaris menyentuh satu digit, atau dibawah 10 persen dari jumlah penduduk Jatim. Namun, pandemi Covid-19 membuat angka kemiskinan Jatim kembali meningkat.

"Kalau kita lihat dari kategori rumah tangga sangat miskin, terlihat ada penambahan proporsi karena ada penambahan dari yang tadinya di kota," kata dia.

Data BPS Jawa Timur mencatat, per Maret 2020, jumlah penduduk miskin di Jawa Timur mencapai 4.419,10 ribu jiwa, atau 11,09 persen dari total penduduk. Bertambah 363 ribu jiwa dibandingkan dengan kondisi September 2019 yang sebesar 4.056,00 ribu jiwa, atau setara 10,20 persen dari total penduduk.

Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan menjelaskan, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2019 sebesar 6,77 persen. Kemudian naik menjadi 7,89 persen pada Maret 2020. Hal yang sama juga terjadi di perdesaan. Dimana pada September 2019 sebesar 14,16 persen, dan naik menjadi 14,77 persen pada Maret 2020. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement