Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Demo di DPR, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Kamis 16 Jul 2020 10:03 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Ratna Puspita

Gedung DPR

Gedung DPR

Foto: Antara/M Agung Rajasa
Masyarakat imbau masyarakat agar menghindari ruas jalan di sekitar Gedung DPR/MPR.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah elemen masyarakat menggelar demo di depan Gedung DPR RI menuntut pencabutan Rencana Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dan menghentikan pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja, hari ini, Kamis (16/7). Ditlantas Polda Metro Jaya pun menyiapkan rekayasa lalu lintas (lalin) untuk mengantisipasi kemacetan.

"Kami dari jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas antara lain, ketika nanti sudah ada massa pengunjuk rasa dan menutup jalan," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Jakarta, Kamis (16/7).

Baca Juga

Sambodo mengungkapkan, Ditlantas Polda Metro Jaya telah menyiapkan sekitar 300 personel untuk mengatur lalu lintas. Dia menyebut, total ada sebanyak 3.600 personel yang dikerahkan untuk keseluruhan pengamanan di lokasi aksi demo.

Di sisi lain, sambung dia, pengalihan arus lalin itu bersifat situasional. Sambodo menjelaskan, pengendara dari arah Semanggi menuju ke DPR akan dibelokkan ke kiri di bawah jalan layang ke arah Pintu 10 Jalan Gerbang Pemuda GBK atau Hotel Mulia.

Kemudian, di depan pertigaan Hotel Mulia pengendara akan dibelokkan ke kanan ke arah Lapangan Tembak atau belakang DPR lalu lurus sampai ke traffic light (TL) Palmerah. Dari TL Palmerah, kendaraan diarahkan ke kanan ke Slipi atau ke kiri ke Permata Hijau atau jalan arteri Pondok Indah.

Sambodo menuturkan, kepolisian juga telah menyiapkan contra flow di sekitar Stasiun Palmerah. Sebab, nantinya kendaraan yang digunakan massa akan diparkir di sekitar Manggala Wanabakti.

"Kemudian untuk massa yang nanti akan menuju ke Manggala Wanabakti tentu juga kendaraan pengangkutnya akan kita tempatkan di tempat tersebut, sehingga kemungkinan nanti akan ada contraflow di seputaran Stasiun Palmerah, sehingga nanti arus dari Pejompongan itu akan kita bagi dua di depan Stasiun Palmerah," jelas Sambodo.

Dia pun mengimbau masyarakat agar menghindari ruas jalan di sekitar Gedung DPR/MPR RI. Sehingga dapat terhindar dari kemacetan akibat rekayasa lalin yang diterapkan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar menghindari ruas jalan di sekitar DPR/MPR, baik dari arah Semanggi menuju ke Slipi, baik dari Jalan Asia Afrika, termasuk di seputaran Manggala Wanabakti, Palmerah, dan sekitarnya mohon untuk tidak dilewati hari ini agar tidak terjebak kemacetan maupun pengalihan arus," papar dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA