Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Tes Kedua, Presiden Brasil Masih Positif Covid-19

Kamis 16 Jul 2020 07:32 WIB

Rep: Rizky Jaramaya, Dwina Agustin/ Red: Reiny Dwinanda

Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengaku hasil tes kedua yang dijalaninya terkait Covid-19 masih positif.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengaku hasil tes kedua yang dijalaninya terkait Covid-19 masih positif.

Foto: Eraldo Peres/AP
Presiden Brasil masih belum sembuh dari Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, BRASILIA -- Presiden Brasil Jair Bolsonaro belum sembuh dari infeksi virus corona jenis baru penyebab Covid-19. Hal ini diketahui setelah dia melakukan tes untuk kedua kalinya sejak dirawat pada pekan lalu.

Bolsonaro pertama kali mengumumkan bahwa dirinya positif Covid-19 pada 7 Juli, setelah terserang demam. Pada Senin (13/7) lalu, dia menyatakan bahwa dirinya dalam keadaan sehat dan siap kembali bekerja jika hasil tes yang kedua dinyatakan negatif.

Bolsonaro mengatakan, dia tidak mengalami sesak napas atau kehilangan indra perasanya. Dia mengaku berada dalam kondisi yang sangat sehat, namun tetap harus mengikuti arahan tim dokter.

Dia kemudian memuji penggunaan obat anti malaria yang telah meredakan gejala ringan yang dihadapinya. Padahal, obat anti malaria secara klinis belum teruji dapat menyembuhkan infeksi virus corona.

Pemerintah Brasil menuai kritik atas penanganan pandemi virus corona. Presiden Bolsonaro mengabaikan pandemi tersebut dan menyebutnya sebagai wabah flu biasa, ketika Brasil menjadi negara dengan kasus terburuk.

Baca Juga

Selain itu, dia juga mengesampingkan saran para ahli medis dalam penanganan pandemi. Penanganan pandemi yang buruk di Brasil membuat sebagian besar penduduknya tidak mematuhi protokol kesehatan.

Warga Brasil banyak yang berseliweran di jalan-jalan tanpa mengenakan masker dan menjaga jarak. Akibatnya, jumlah kasus infeksi virus korona terus merangkak naik. Perselisihan internal pemerintah terhadap penanganan pandemi menyebabkan menteri kesehatan Brasil mengundurkan diri.

Brasil adalah negara yang paling parah terkena pandemi virus corona setelah Amerika Serikat. Pada hari Selasa (14/7), Departemen Kesehatan mencatat 20.286 kasus baru yang dikonfirmasi, sehingga menjadikan total kasus kumulatif menjadi hampir 1,9 juta. Sementara lebih dari 72 ribu orang telah meninggal akibat virus di Brasil.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA