Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Palsukan Penjualan, Pendiri Startup Saingan Starbucks Ini Dipecat

Rabu 15 Jul 2020 19:31 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Palsukan Penjualan, Pendiri Startup Saingan Starbucks Ini Dipecat. (FOTO: (Foto: Shutterstock))

Palsukan Penjualan, Pendiri Startup Saingan Starbucks Ini Dipecat. (FOTO: (Foto: Shutterstock))

Palsukan Penjualan, Pendiri Startup Saingan Starbucks Ini Dipecat

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Startup kopi, Luckin Coffee telah menggulingkan ketua sekaligus pendirinya, Charles Zhengyao Lu dan menunjuk CEO baru menyusul keterlibatannya dalam skandal penipuan dengan memalsukan angka penjualan.

Skandal tersebut membawa startup pesaing Starbucks ini didepak dari bursa saham Nasdaq di Amerika Serikat (AS). Jinyi Guo pun akhirnya dipilih sebagai chairman dan CEO Luckin Coffee setelah mendapat persetujuan pemegang saham.

Baca Juga: Hobi Bakar Uang & Beri Diskon, Startup Kopi Ini Terancam Bangkrut

Sebagaimana dilansir dari CNN Business di Jakarta, Rabu (15/7/2020) Luckin go public tahun lalu dan sahamnya melonjak lantaran penjualan yang meningkat. Tetapi kemudian perusahaan yang pernah dipuji sebagai saingan Starbucks ini mengakui pada bulan April bahwa sebagian besar pendapatan 2019 dibuat alias palsu. Sahamnya pun langsung collapse.

Saham Luckin turun hampir 93% untuk tahun ini, dan Nasdaq telah memutuskan untuk menghapus perusahaan dari daftar.

Awal bulan ini, perusahaan mengatakan memecat 12 karyawan lain yang, menyusul pemecatan atas kepala eksekutif Jenny Zhiya Qian dan chief operating officer Jian Liu lantaran berpartisipasi dalam transaksi palsu tersebut.

Jinyi Guo telah menjadi CEO sementara sejak Mei. Sebelum menjadi CEO, Guo adalah wakil presiden senior Luckin yang bertanggung jawab atas produk dan rantai pasokan. Sebelumnya, dia juga bekerja sebagai asisten ketua untuk UCAR, sebuah perusahaan yang didirikan oleh Lu.

Lu mengakui bahwa ia mendapat tekanan ketika skandal itu memicu tindakan keras terhadap perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Amerika Serikat (AS). Lu juga meminta maaf dan mengatakan dia sangat menyesal sekaligus merasa bersalah atas situasi yang terjadi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA