Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Presiden Bolsonaro Militerisasi Layanan Kesehatan Brasil

Rabu 15 Jul 2020 20:02 WIB

Red: Nur Aini

Brasil mengangkat jenderal militer minim pengalaman jadi menteri kesehatan

Brasil mengangkat jenderal militer minim pengalaman jadi menteri kesehatan

Jenderal militer yang tidak memiliki pengalaman menjadi menteri kesehatan Brasi

REPUBLIKA.CO.ID, BRASILIA -- Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO), kantor regional Organisasi Kesehatan Dunia yang berbasis di Washington DC, prihatin dengan kematian terkait Covid-19 yang terus meningkat di kawasan itu, terutama di Brasil, Meksiko dan Amerika Serikat.

Direktur PAHO Carissa Etienne mengungkapkan keprihatinnya dalam pengarahan virtual, Selasa. Kasus Covid-19 melonjak di Brasil, tetapi Presiden Jair Bolsonaro tampaknya tidak menganggap bahwa memiliki pakar yang mampu memimpin perang melawan virus sangat penting.

Baca Juga

Ketika Brasil bergulat dengan pandemi, seorang jenderal militer yang tidak memiliki pengalaman tetap menjadi menteri kesehatan. Anggota militer aktif lainnya sekarang juga menjadi bagian dari kementerian.


Brasil

Sejak Jenderal Eduardo Pazuello mengambil alih Kementerian Kesehatan setelah dua menteri keluar di tengah memburuknya krisis di Brasil, setidaknya 25 anggota militer, sebagian besar tanpa pengalaman kesehatan masyarakat, ditunjuk untuk bertugas di kementerian itu. Banyak yang mengkritik pemerintah karena mengesampingkan pengetahuan teknis dengan menunjuk personil militer.

Presiden Jair Bolsonaro mengatakan bahwa Pazuello tidak akan terus menjadi menteri kesehatan selamanya, tetapi dia belum menetapkan batas waktu untuk menunjuk orang lain.

Brasil melaporkan lebih dari 1.300 kematian dan 41.857 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Hingga Selasa, jumlah total infeksi di negara itu mencapai 1,9 juta kasus dan lebih dari 74.000 meninggal dunia akibat virus.


Meksiko

Kementerian Luar Negeri Meksiko pada Selasa mengatakan perjalanan yang tidak penting dari AS ke Meksiko dan sebaliknya diperkirakan akan tetap ditutup selama 30 hari ke depan di tengah lonjakan kasus Covid-19 di AS.

Meksiko sejauh ini telah mencatat lebih dari 36.000 kematian akibat virus korona.

 

Venezuela

Ibu kota Venezuela, Caracas, akan melakukan penutupan ketat pada Rabu untuk membendung penyebaran virus itu. Keputusan itu diumumkan oleh Wakil Presiden Delcy Rodriguez, meskipun pemberlakuan karantina seharusnya dicabut selama seminggu.

Venezuela sejauh ini telah mengkonfirmasi 10.010 kasus dan 96 kematian. Di antara mereka yang terinfeksi adalah pejabat senior pemerintah, termasuk Presiden Majelis Konstitusi Venezuela Diosdado Cabello dan Menteri Perminyakan Tareck El Aissami.

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/presiden-bolsonaro-militerisasi-layanan-kesehatan-brasil-/1911174
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA