Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

UMKM Sukabumi Ingin Dipromosikan Selebgram

Rabu 15 Jul 2020 16:40 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Fuji Pratiwi

Pengrajin menyiapkan kulit ceker ayam sebagai bahan baku sepatu (ilustrasi). Pelaku UMKM di Kota Sukabumi ingin produk mereka dipromosikan selebgram.

Pengrajin menyiapkan kulit ceker ayam sebagai bahan baku sepatu (ilustrasi). Pelaku UMKM di Kota Sukabumi ingin produk mereka dipromosikan selebgram.

Foto: Willy Kurniawan/Reuters
UMKM berharap promosi tidak hanya di akun medsos Wali Kota Sukabumi.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Pemerintah Kota Sukabumi, Jawa Barat fokus melakukan pemulihan ekonomi khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya membantu promosi termasuk melalui akun Instargram Wali Kota Sukabumi.

Salah satu pelaku UMKM bidang kuliner di Kota Sukabumi, Hafid mengatakan, pelaku UMKM menyambut baik program promosi-produk UMKM yang digagas Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi. '' Namun kami berharap promosi dengan memviralkan produk UMKM ini tidak hanya di akun medsos wali kota melainkan selebgram,'' kata dia, Rabu (15/7).

Sebab, lanjut Hafid, jika diviralkan melalui medsos maka produknya akan lebih dikenal warga. Sehingga produk UMKM dapat terus berkembang.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, mengatakan, pemkot menjalin silaturami untuk menerima masukan saran dan pendapat dari pelaku UMKM. Sebab permasalahan UMKM bukan modal semata, akan tetapi memetakan masalah lebih detail. Seperti, pola distribusi pemasaran dibantu Pemkot Sukabumi berdasar usulan pelaku usaha.

''Mari bangun semangat dan saatnya bangkit serta jangan patah semangat, pemda akan maksimal membangkitkan UMKM dengan dialog,'' kata Fahmi.

Hal ini karena recovery UMKM akan menjadi fokus dalam beberapa bulan ke depan. Salah satunya dengan mempromosikan produk UMKM melalui media sosial Instagram Wali Kota Sukabumi.

Fahmi mengakui, dampak pandemi Covid-19 tak hanya dirasakan Sukabumi, tapi nasional dan internasional. Pun bukan hanya berdampak ke UMKM, tapi juga pemda karena anggaran pembangunan mengalami recofusing untuk penanganan Covid-19.

Namun dalam perjalannya, Fahmi bersyukur Kota Sukabumi masuk zona hijau, meskipun bukan berarti tidak ada penambahan kasus karena vaksin spesifik Covid-19 belum ditemukan. "Sehingga saat ini kita perlu desain pemulihan ekonomi khususnya UMKM,'' kata Fahmi.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA