Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Pariwisata Malaysia Rugi 45 Miliar Ringgit Akibat Covid-19

Rabu 15 Jul 2020 14:22 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Fuji Pratiwi

Jalanan di depan bangunan mal Suria KLCC dan Petronas Tower di Kuala Lumpur, Malaysia (ilustrasi). Sektor pariwisata Malaysia mengalami kerugian hingga 45 miliar ringgit tahun ini akibat pandemi Covid-19.

Jalanan di depan bangunan mal Suria KLCC dan Petronas Tower di Kuala Lumpur, Malaysia (ilustrasi). Sektor pariwisata Malaysia mengalami kerugian hingga 45 miliar ringgit tahun ini akibat pandemi Covid-19.

Foto: AP/Vincent Thian
Sektor pariwisata merupakan kontributor terbesar ketiga PDB Malaysia.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALALUMPUR -- Menteri Pariwisata, Kesenian dan Kebudayaan Malaysia Datuk Seri Nancy Shukri mengungkapkan kerugian luar biasa yang dialami sektor pariwisata Malyasia. Hal tersebut sebagai akibat perbatasan selama pandemi Covid-19.

Nancy mengatakan, jika dikalkulasi kerugiannya mencapai 45 miliar ringgit tahun ini. Ia merinci, kerugian 31 miliar ringgit dari segmen pariwisata internasional. Sedangkan sisa kerugiannya dari segmen pariwisata domestik.

"Selama Januari-Maret tahun ini, pengeluaran turis internasional turun 41,5 persen dari 21,4 miliar ringgit pada 2019 menjadi 12,5 miliar ringit saja," kata Nancy dilansir dari Bernama pada Rabu (15/7).

Baca Juga

Nancy memperkirakan sektor pariwisata baru masuk tahap pemulihan pada kuartal kedua tahun ini. Sebab pada periode itu, wisatawan domestik akan membelanjakan uangnya setelah kebijakan penutupan perbatasan antar wilayah dicabut.

Nancy menyebut tingkat okupansi hotel dapat naik hingga 75 persen saat warga lokal mulai dapat kembali berwisata. Dengan demikian, pendapatan pariwisata dari turis dalam negeri dapat kembali menguat.

"Sampai pandemi Covid-19 bisa diberantas, warga Malaysia diminta meningkatkan wisata dalam negeri saja," ucap Nancy.

Nancy mengatakan, Pemerintah Malaysia selalu memonitor destinasi wisata untuk memastikan terpenuhinya prosedur keamanan dan kesehatan. Termasuk protokol pencegahan Covid-19.

"Ini adalah cara menghidupkan lagi sektor pariwisata domestik," kata Nancy.

Sektor pariwisata diketahui merupakan kontributor terbesar ketiga bagi Produk Domestik Bruto (PDB) Malaysia setelah manufaktur dan komoditas. Nilai ekonomi sektor pariwisata bisa mencapai 86,14 miliar ringgit.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA