Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tes Covid-19 akan Digelar untuk 600 Warga Sekitar Secapa AD

Selasa 14 Jul 2020 19:26 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Lebih dari 1.200 siswa Secapa AD di Bandung, Jabar, terdeteksi positif Covid-19. Masyarakat di sekitar kawasan Secapa AD akan menjadi tes cepat sebagai upaya deteksi penyebaran Covid-19.

Lebih dari 1.200 siswa Secapa AD di Bandung, Jabar, terdeteksi positif Covid-19. Masyarakat di sekitar kawasan Secapa AD akan menjadi tes cepat sebagai upaya deteksi penyebaran Covid-19.

Foto: Republika/Edi Yusuf
Tes dilakukan sebagai penanggulangan virus Corona dari klaster Secapa AD.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat (Jabar) Berli Hamdani Gelung Sakti mengatakan tes Covid-19 akan digelar untuk 600 warga yang ada di sekitar Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat atau Secapa AD Hegarmanah Kota Bandung. Tes akan dilakukan pada 15-17 Juli 2020 sebagai upaya penanggulangan virus Corona dari klaster Secapa AD.

"Tidak semua anggota masyarakat di sekitar yang bersedia dites Covid-19. Jadi pada hari Rabu hingga Jumat pekan ini akan dilakukan tes kepada 600 warga sekitar (di Secapa AD)," kata Berli Hamdani Gelung Sakti di Gedung Sate Bandung, Selasa.

Berli mengatakan saat ini sebanyak 1.115 dari 1.280 orang yang terpapar Covid-19 pada klaster Secapa AD Kota Bandung masih dalam proses pengawasan dan perawatan. Sebanyak 98 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan sisanya masih dirawat yakni sebanyak 67 orang.

Ia mengatakan penanggulangan Covid-19 yang dilakukan di pemukiman sekitar kompleks Secapa AD dan Pusdikpom Kota Cimahi sudah dilakukan. Di antaranya lewat penyemprotan disinfektan oleh petugas RW setempat dan satuan tugas di wilayah tersebut.

"Kepada masyarakat sekitar sudah dilakukan tes cepat (rapid test) kepada 48 orang dan sebanyak 28 orang langsung dites usap (swab)," kata Berli yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jabar ini.

Menurut dia, pemantauan di instansi pendidikan kemiliteran dilakukan dengan sistem surveilans secara berjenjang yakni mulai dari Gugus Tugas Nasional (GTM), Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTTP) Covid-19 Jabar, gugus tugas kabupaten/kota hingga ke level desa atau kelurahan.

"Selain itu, pemantauan juga dilakukan oleh pimpinan institusi terkait seperti di Secapa AD, Mabes TNI juga ikut melakukan pemantauan dengan sistem surveilanstadi," kata da.

Ketika ditanyakan tentang tes PCR, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar akan mengikuti aturan dari WHO yakni satu tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk 1.000 penduduk. Sehingga, kata Berli, tes PCR di wilayah Jabar jumlahnya paling banyak di Indonesia, karena penduduknya terbanyak se-Indonesia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA