Sabtu 11 Jul 2020 23:55 WIB

Kementerian PPPA Serahkan 1.928 Paket Kebutuhan Anak

Penyerahan paket kebutuhan anak dilakukan untuk menyambut Hari Anak Nasional 23 Juli

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga (kedua kanan). Bintang Puspayoga menyerahkan 1.928 paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak terdampak pandemi COVID-19 dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli.
Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga (kedua kanan). Bintang Puspayoga menyerahkan 1.928 paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak terdampak pandemi COVID-19 dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyerahkan 1.928 paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak terdampak pandemi COVID-19 dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli.

"Hari Anak Nasional tahun ini mengangkat tema Anak Terlindungi Indonesia Maju. Artinya, itu harus berlaku bagi anak-anak di seluruh Indonesia," kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (11/7).

Paket pemenuhan kebutuhan anak diserahkan di tiga lokasi. Sebanyak 700 paket diserahkan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur dan 1.000 paket di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang diserahkan Menteri Bintang, dan sebanyak 228 paket di Depok, Jawa Barat diserahkan Sekretaris Kementerian Pribudiarta Nur Sitepu.

Pemberian paket kebutuhan spesifik anak juga dilakukan serentak di seluruh Indonesia melalui dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di daerah.

"Dalam momentum Hari Anak Nasional, seluruh anak Indonesia harus turut merasakan kebahagiaan, termasuk dalam hal pemenuhan gizi. Untuk mewujudkan hal itu, kita semua harus bergandengan tangan, baik pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan media," tutur perempuan yang sering disapa Bintang Puspayoga.

Bintang mengatakan sasaran utama pemberian paket kebutuhan spesifik adalah kelompok rentan yang terdapat dalam satu keluarga dan terdampak pandemi, terutama keluarga prasejahtera.

Penyerahan paket pemenuhan kebutuhan spesifik anak terdampak COVID-19 di Cibubur diserahkan melalui Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) untuk anak yatim, anak dhuafa, dan anak pengupas kerang. Paket bantuan juga diserahkan melalui Komunitas Off Road yang akan menyalurkan 400 paket pemenuhan kebutuhan tersebut di lima kabupaten di Jawa Barat.

Sedangkan paket bantuan di Bantar Gebang diserahkan kepada anak-anak pemulung yang bermukim di sekitar tempat pembuangan sampah terpadu."Anak-anak di Bantar Gebang mengalami kerentanan ganda dari sisi ekonomi dan pendidikan, apalagi dari tumbuh kembang terutama kebutuhan makanan yang bergizi. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama," katanya.

Sementara itu, paket bantuan di Depok diberikan kepada komunitas anak pemulung, pengamen, dan ondel-ondel jalanan. Bintang mengatakan setiap anak harus mendapatkan perhatian yang sama dari pemerintah. Karena itu, komitmen pemerintah daerah sangat penting.

Bintang juga meminta seluruh pemangku kepentingan pelindungan anak juga memberikan perhatian yang sama kepada seluruh anak Indonesia dalam pemenuhan hak-hak anak mulai dari pendidikan, tumbuh kembang, hingga pelindungan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement