Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Dinkes Sultra Gelar Tes Cepat Gratis kepada 13.772 Warga

Sabtu 11 Jul 2020 22:13 WIB

Red: Andri Saubani

Petugas medis mengambil sampel darah rapid test atau pemeriksaan cepat COVID-19 di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sulawesi Tenggara, Kendari, Sulawesi Tenggara. (ilustrasi)

Petugas medis mengambil sampel darah rapid test atau pemeriksaan cepat COVID-19 di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sulawesi Tenggara, Kendari, Sulawesi Tenggara. (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Jojon
Sebanyak 43 orang yang mengikuti tes cepat hasilnya reaktif.

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI -- Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) sejak akhir Mei 2020 telah melakukan tes cepat gratis kepada 13.772 orang. Sebanyak 43 orang reaktif.

"Hari ini, Sabtu (11/7) dilakukan tes cepat terhadap 443 orang tanpa ada yang reaktif," kata Koordinator Komunikasi Publik dan Informasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sultra Syaifullah.

Tes cepat terhadap 13.772 orang dari berbagai kalangan dilakukan pemerintah sebagai upaya memutus rantai dan mendeteksi penyebaran virus corona jenis baru atau Covid-19.

"Hingga hari ke 42 pelaksanaan tes cepat dengan sasaran 13.772 orang, mengungkap 43 orang terindikasi virus yang menakutkan tersebut," katanya.

Sultra menggelar tes cepat sejak 30 Mei hingga batas waktu yang tidak ditentukan yang terbuka untuk umum dan menyasar kantor pemerintah. Tes cepat secara gratis digelar setiap hari di Laboratorium Kesehatan Daerah Dinas Kesehatan Sultra dan kantor-kantor pemerintah sesuai surat permintaan.

Tes cepat, kata Syaifullah,adalah screening awal untuk mendeteksi kemungkinan adanya virus corona dalam tubuh melalui sampel darah. Sampel inilah yang memberi informasi adanya imunoglobulin atau IgM dan IgG dalam tubuh manusia.

"Hasil tes cepat akan terbaca perlu waktu 10-15 menit berupa garis pada keterangan C, IgG, dan IgM," katanya.

Ia menjelaskan, garis pada C mengindikasikan pasien nonreaktif (negatif), sedangkan garis pada C dan IgG atau IgM menandakan pasien reaktif. Pada pasien negatif, kata Syaifullah, biasanya tes akan diulang dalam waktu 7-10 hari. Pengecekan ulang untuk memastikan tubuh tidak memproduksi IgM atau IgG akibat paparan virus corona.

"Pembentukan IgM dan IgG perlu waktu beberapa minggu, bergantung pada reaksi tubuh," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA