Sabtu 11 Jul 2020 02:00 WIB

Pemkot Bogor Lakukan Tes Usap di Terminal Baranangsiang

100 orang mengikuti tes usap di Terminal Baranangsiang.

Penumpang bus mengikuti tes usap (swab) di Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/7/2020). Tes usap diprakarsai oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor itu diikuti 250 awak bus dan penumpang sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di moda transportasi publik.
Foto: ANTARA/ARIF FIRMANSYAH
Penumpang bus mengikuti tes usap (swab) di Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/7/2020). Tes usap diprakarsai oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor itu diikuti 250 awak bus dan penumpang sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di moda transportasi publik.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan menyelenggarakan tes usap (swab) massal di terminal Baranangsiang, Kota Bogor, Jumat (10/7). Tes usap ini diikuti sekitar 100 orang meliputi, sopir, kondektur, petugas terminal, dan penumpang bus.

Petugas dari Dinas Kesehatan Kota Bogor tampak memasang tenda dan meja yang disusun panjang di dalam terminal, tempat pelaksanaan tes usap. Petugas dari Dinas Kesehatan memakai pakaian hazmat yakni pakaian berstandar alat pelindung diri untuk penanganan pasien Covid-19.

Baca Juga

Petugas dari Dinas Kesehatan itu ada yang bertugas mempersiapkan kit untuk tes, ada yang yang mengambil sampel lendir dan dahak dari orang yang di tes, ada yang bertugas membersihkan bekas tempat duduk orang yang dites dengan semprotan disinfektan, serta ada juga yang bertugas menyampaikan pengumuman melalui mikrofon.

Petugas yang bertugas menyampaikan pengumuman itu berteriak-teriak melalui mikrofon memanggil orang-orang di dalam terminal untuk mengikutites usap.

Orang-orang yang ingin mengikuti swab test langsung diarahkan oleh petugas kesehatan yang dibantu petugas dari Satpol PP ke meja pendaftaran. Setelah mengisi formulir, kemudian diarahkan ke meja tempat pelaksanaan tes.

Dinas Kesehatan juga menyediakan kursi tunggu. Sampel lendir diambil dari hidung dan mulut.

Orang yang sudah menjalani tesdipersilakan melanjutkan kegiatannya, baik sopir, kondektur, petugas terminal, maupun penumpang. "Hasilnya, baik negatif atau positif akan diberitahukan kemudian, melalui telepon seluler," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Surveilans (P3MS) Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr Johan Musa.

Seorang sopir bus, Junaedi (45), mengatakan dirinya mengikutitesuntuk memastikan untuk memastikan apakah dirinya sehat atau tidak. "Saya baru sekali ini mengikutites. Kebetulan ada di terminal Baranangsiang dan gratis," katanya.

Menurut Junaedi, kalau ada kepastian dirinya sehat akan lebih tenang, di saat bekerja menyupir bus maupun saat bersama keluarga di rumah. Dokter Johan Musa menambahkan Dinas Kesehatan menyiapkan 250 kittes di terminal Baranangsiang yang diikuti sekitar 100 orang.

Dinas Kesehatan sudah melakukantes usap sebanyak 4.700 kali dan targetnya sekitar 8.000 tessampai dua bulan ke depan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement