Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Petugas Kebersihan KRL Temukan Plastik Isi 500 Juta

Kamis 09 Jul 2020 15:02 WIB

Red: Indira Rezkisari

Seorang petugas kebersihan KRL menemukan kantong plastik berisi uang Rp 500 juta. Untungnya sang pemilik segera mengambil uang yang ditinggalkannya dalam KRL di Stasiun Bogor.

Seorang petugas kebersihan KRL menemukan kantong plastik berisi uang Rp 500 juta. Untungnya sang pemilik segera mengambil uang yang ditinggalkannya dalam KRL di Stasiun Bogor.

Foto: ANTARA /Arif Firmansyah
Uang Rp 500 juta disimpan dalam kantong plastik dan tertinggal di Stasiun Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Petugas kebersihan kereta rel listrik (KRL), Mujenih (30) menemukan uang senilai Rp 500 juta dalam kantong plastik di gerbong kereta saat parkir di Stasiun Bogor Jawa Barat. Uang dalam kantong tersebut sempat dikira tumpukan sampah yang tergeletak.

"Di gerbong tiga dari belakang, ada di bawah kursi prioritas. Sempat ditendang-tendang, dikira itu sampah," ungkap Mujenih saat dihubungi, Kamis (9/7).

Ia menerangkan, penemuan setumpuk uang pecahan Rp 100 ribu itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, saat ia mengepel lantai KRL jurusan Jakarta-Bogor yang baru saja tiba di Stasiun Bogor.

Menurutnya, sebelum mengetahui kantong plastik itu berisi uang, tak satu pun penumpang KRL yang lalu lalang menaruh perhatian. Bahkan beberapa di antaranya sempat menendang-nendang bungkusan tersebut lantaran mengira berisi sampah.

"Awalnya saya lagi kerja, terus kata keamanannya ada bungkusan, sampah atau apa ya, saya buka berdua sama dia. Pas lihat, saya langsung kembalikan saja ke PS (passenger service) Stasiun Bogor," kata pria yang sudah tiga tahun bekerja di PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) itu.

Pria yang berdomisili di Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor itu mengaku tak kaget ketika menemukan uang Rp 500 juta. Ia tidak kaget karena menurutnya uang tersebut merupakan hak orang lain yang harus dikembalikan.

Setalah dia menyerahkan setumpuk uang dalam plastik hitam ke PS Stasiun Bogor, selang 10 menit pemiliknya yang merupakan laki-laki paruh baya, langsung datang mengambilnya. "Dia turun dari jalur lima, sempat nyariin di jalur empat. Sekitar 10 menit diserahkan ke PS, dia datang langsung," kata Mujeni.




sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA