Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Uni Eropa Sumbang Rp 371 Miliar untuk Masyarakat Palestina

Kamis 09 Jul 2020 13:55 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Sebuah bendera Israel berkibar di atas rumah milik Yahudi di lingkungan Palestina di Silwan di Yerusalem timur, Rabu, 1 Juli 2020. Para pemimpin Israel melukiskan Yerusalem sebagai model koeksistensi, ibukota persatuan, abadi orang-orang Yahudi, tempat minoritas memiliki hak yang sama. Tetapi warga Palestina menghadapi diskriminasi yang meluas, sebagian besar tidak memiliki kewarganegaraan dan banyak yang hidup dalam ketakutan akan dipaksa keluar.

Sebuah bendera Israel berkibar di atas rumah milik Yahudi di lingkungan Palestina di Silwan di Yerusalem timur, Rabu, 1 Juli 2020. Para pemimpin Israel melukiskan Yerusalem sebagai model koeksistensi, ibukota persatuan, abadi orang-orang Yahudi, tempat minoritas memiliki hak yang sama. Tetapi warga Palestina menghadapi diskriminasi yang meluas, sebagian besar tidak memiliki kewarganegaraan dan banyak yang hidup dalam ketakutan akan dipaksa keluar.

Foto: AP/Mahmoud Illean
Warga Palestina dinilai semakin terancam oleh kekerasan

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS — Uni Eropa akan memberikan bantuan dana sebesar 22,7 juta euro atau setara Rp 371 miliar (dengan kurs Rp 16.300 per euro) untuk masyarakat paling rentan di Palestina. Perhimpunan Benua Biru menilai warga Palestina semakin terancam oleh kekerasan dan kurangnya layanan penting.

Uni Eropa menilai, pandemi Covid-19 kian memperburuk situasi kemanusiaan di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Kendati wabah terus menyebar, pembongkaran rumah-rumah milik warga Palestina terus berlanjut.

“Dalam masa-masa yang sulit ini, Uni Eropa berkomitmen membantu warga Palestina yang rentan menangkal ancaman terhadap kehidupan dan mata pencaharian mereka,” kata Komisaris Uni Eropa untuk Manajemen Krisis Janez Lenarcic, dikutip laman kantor berita Palestina WAFA pada Rabu (8/7). 

Baca Juga

Sebagai pendonor kemanusiaan rutin bagi Palestina, Uni Eropa akan terus membantu masyarakat paling rentan, termasuk menyediakan perawatan kesehatan, pendidikan, dan air bersih. “Pelanggaran hukum humaniter inernasional yang mengakibatkan pemindahan paksa warga sipil, seringkali mencegah mereka mengakses layanan dasar serta mata pencaharian, perlu dihentikan,” ujar Lenarcic.

Dari 2,4 juta warga Palestina yang membutuhkan bantuan kemanusiaan, sebanyak 1,5 juta di antaranya tinggal di Jalur Gaza. Dengan dana bantuan terbaru, Uni Eropa memberikan bantuan keuangan kepada keluarga yang rentan.

Selain itu, Uni Eropa menawarkan pendidikan yang aman untuk anak-anak. Kebutuhan medis bagi warga Gaza yang diblokade juga akan coba disediakan. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA