Kamis 09 Jul 2020 06:45 WIB

Bansos Pemprov Jabar Tahap II Mulai Disalurkan Hari Ini

Penyaluran Bansos Pemprov Jabar tahap kedua bisa selesai dalam waktu 14 hari.

Petugas pos dan ojek online (ojol) membawa paket bansos dari Pemda Provinsi Jabar kepada Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS) di Kantor Sentral Pengolahan Pos (SPP) Bandung, Kota Bandung, Ahad (19/4). Bantuan sosial (bansos) senilai Rp500 ribu dari Pemda Provinsi Jabar merupakan bantuan kepada warga terdampak pandemi COVID-19
Foto: Humas Pemprov Jawa Barat
Petugas pos dan ojek online (ojol) membawa paket bansos dari Pemda Provinsi Jabar kepada Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS) di Kantor Sentral Pengolahan Pos (SPP) Bandung, Kota Bandung, Ahad (19/4). Bantuan sosial (bansos) senilai Rp500 ribu dari Pemda Provinsi Jabar merupakan bantuan kepada warga terdampak pandemi COVID-19

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ketua Divisi Pemberdayaan Aparatur, Non Aparatur dan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanggulanganan Covid-19 Jawa Barat (Jabar), Dudi Sudradjat Abdulrachim mengatakan penyaluran bantuan sosial berupa paket sembako tahap dua dari Pemprov Jabar dimulai pada Kamis (9/7).

"Seluruh kota/kabupaten akan serempak melaksanakan distribusi Bansos Pemprov Jabar tahap kedua pada Kamis (9/7)," kata Dudi Sudrajat Abdulrachim di Kota Bandung, Rabu (8/7).

Pemprov Jabar akan mendistribusikan bansos paket sembako tahap kedua kepada 1,39 juta rumah tangga sasaran (KRTS) Non-DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial) di wilayah Jabar. Pihaknya menargetkan penyaluran Bansos Pemprov Jabar tahap kedua bisa selesai pada 22 Juli 2020 atau dalam waktu 14 hari.

"Untuk tahap pertama sudah selesai dengan masa distribusi 65 hari," kata Dudi.

Pihaknya mengakui bahwa dalam bansos tahap dua ini ada perubahan komoditas yakni dari telur ke susu sebanyak satu liter per paket dan penambahan lima buah masker dan digantinya telur ke susu, karena dalam pendistribusian tahap pertama, banyak ditemukan kendala.

"Itu kalau susu insya Allah tahan lama, bisa sampai delapan hingga sembilan bulan," ujar Dudi.

Sementara itu Ketua Divisi Logistik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jabar yang juga Kadis Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jabar, Mohammad Arifin Soedjayana menambahkan melesetnya waktu distribusi bansos tahap pertama sampai 65 hari, karena banyak kendala.

Kendala tersebut di antaranya tidak serempaknya waktu distribusi, bahkan ada daerah yang baru mendistribusikan bansos pada awal Juni 2020 sehingga di tahap kedua ini distribusi bansos akan dilaksanakan secara serempak.

"Terkait komoditas, berdasarkan evaluasi, karena telur cukup banyak masalah, mulai telur busuk, tidak tahan lama dan lain-lain. Maka kita ganti dengan susu yang diproduksi para peternak sapi perah di Jabar," kata dia.

Pihaknya bisa memproduksi susu sekitar 450 ton dan jumlah ini bisa mencukupi kebutuhan yang akan digunakan dalam penyaluran bansos. Menurut Arifin alam bansos tahap dua ini, katanya ada tambahan komoditas yakni lima buah masker dan total komoditas dalam satu paket sembako menjadi sembilan jenis.

Kemasan bansos tahap dua ini juga lebih bagus, karena ada dalam satu wadah, kalau tahap pertama telur terpisah dari dus sembako dan hal ini diharapkan bisa memperlancar dalam pendistribusiannya. Lebih lanjut Arifin mengatakan realisasi bansos tahap pertama hanya 1,78 RTKS DTKS dari total sekitar 1,9 juta penerima.

Ia mengatakan ada selisih data karena ada yang tidak valid, ada yang meninggal, tertunda pembagiannya. Sehingga ada retur sekitar 62.725 paket sembako atau sekitar 3,5 persen.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement