Rabu 08 Jul 2020 20:27 WIB

500 TKA Masuk Lagi ke Konawe, Ini Pejelasan Menaker

Kedatangan para TKA ke Konawe karena keahlian para TKA tersebut dibutuhkan.

Rep: Ali Mansur / Red: Agus Yulianto
Tenaga kerja asing (TKA) asal China bekerja di pertambangan di Konawe, Sulawesi Tenggara (ilustrasi).
Foto: Antara
Tenaga kerja asing (TKA) asal China bekerja di pertambangan di Konawe, Sulawesi Tenggara (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Ketenagkerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, mengatakan sekitar 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) akan masuk ke Konawe, Sulawesi Tenggaraa. Ia juga mengklaim sebanyak 5.000 tenaga kerja lokal akan terserap oleh perusahaan yang membutuhkan di sana. Hal ini disampaikan Ida dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI.

"Jadi tenaga kerja (TKA-red) yang akan datang direncanakan masuk 500 orang. Dengan mereka (TKA) bisa mengoperasikan perusahaan yang dibangun, maka akan bisa menyerap 5.000 tenaga kerja lokal, bukan 5.000 TKA," ujar Ida dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Rabu (8/7).

Menurut Menaker, sudah ada nota kesepahaman antara perusahaan dengan Pemkab Konawe untuk merekrut tenaga kerja lokal secara bertahap. Termasuk jumlah 500 TKA tersebut telah dikoordinasikan dengan Forkopimda, Pemerintah Daerah di Sulawesi Tenggara dan kabupaten/kota.

"Kita tentunya harus memastikan juga kesiapan dan kondisi daerahnya. Setelah semuanya siap Rencana Penggunaan TKA (RPTKA)-nya kita akan berikan. Sekali lagi kenapa diizinkan, karena ada komitmen untuk menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 5.000 pekerja," kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Ida berpendapat, di masa pandemi Covid-19 ini, diharapkan banyak tenaga kerja lokal terserap di berbagai daerah. Pasalnya, jutaan pekerja telah menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan dirumahkan akibat Covid-19. Kata Ida, yang paling penting TKA tersebut skilled dengan pekerjaan tertentu dalam waktu tertentu.

Dikatakan Ida, kedatangan para TKA ke Konawe karena keahlian para TKA tersebut dibutuhkan oleh sejumlah perusahaan di Konawe. Terkait hadirnya TKA bersamaan saat pengangguran di Indonesia bertambah selama pandemi, Ida menyatakan pihaknya telah meminta perusahaan untuk turut menyerap tenaga kerja lokal.

Ida menyebutkan, alasan pemerintah menyetujui masuknya TKA China tersebut karena keahliannya dibutuhkan oleh dua perusahaan yang ada di Konawe. Pihaknya minta juga ada tenaga kerja lokal yang akan mendampingi mereka, agar terjadi transfer of knowledge.

"Pada akhirnya tenaga kerja lokal kita sudah bisa memahami teknologinya, maka operasional selanjutnya akan diserahkan kepada tenaga kerja lokal kita," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement