Rabu 08 Jul 2020 16:29 WIB

Korban Keracunan Makanan Akikah di Sukabumi Jadi 93 Orang

16 orang di antaranya masih dalam perawatan di puskesmas dan rumah sakit.

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Andi Nur Aminah
Ilustrasi keracunan
Foto: Antara/Ampelsa
Ilustrasi keracunan

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Jumlah korban keracunan makanan di Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi bertambah banyak menjadi 93 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 16 orang di antaranya masih dalam perawatan di puskesmas dan rumah sakit serta puluhan lainnya sudah dipulangkan karena membaik.

Sebelumnya puluhan warga di Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi mengalami keracunan makanan massal, Selasa (7/7) malam. Diduga penyebab keracunan bersumber dari makanan yang dibagikan di acara akikah warga pada Senin (6/7) malam.

Baca Juga

Informasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi menyebutkan, keracunan makanan tepatnya terjadi di Kampung Selawawi RT 39 RW 08 Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak. "Jumlah korban keracunan bertambah jadi 93 orang," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Sukabumi Andi Rahman kepada Republika.co.id Rabu (8/7).

Menurutnya, alhamdulillah kondisi pasien keracunan aman terkendali. Di mana yang masih di rawat di Puskesmas Nagrak tujuh orang dan di rawat RSUD Sekarwangi 9 orang dengan keadaan umum membaik. Namun masih ada gejala diare dan masih terpasang infus. Selain itu sampel makanan akan dikirim ke Labkes Provinsi Jabar pada Kamis (9/7).

Indikasi awal kata Andi, diduga keracunan berasal dari makanan di acara akikah pada hari Senin 6 Juli 2020. Sampel makanan yang diambil yakni buncis, nasi, bihun, dan daging ayam. Keluhan awal mulai dirasakan warga pada Selasa sekitar pukul 20.00 WIB yakni mual, muntah, pusing, dan diare.

Andi mengatakan, jumlah kasus sampai dengan pukul 21.40 WIB sebanyak 85 orang. Lalu pada Rabu atau keesokan harinya menjadi 93 orang. Penanganan yang dilakukan, Andi mengatakan, yaitu penyelidikan epidemiologi, pembentukan posko kesehatan, dan koordinasi dengan lintas sektor.

Selain itu pengobatan, perawatan dengan dan observasi oleh dokter puskesmas dan perawat lainnya. Petugas juga kata Andi, telah melakukan pengambilan sampel makanan. Langkah ini untjk memastikan penyebab pasti dari keracunan makanan. Di samping itu koordinasi dengan rumah sakit rujukan.Riga

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement