Rabu 08 Jul 2020 04:57 WIB

Mojokerto Dorong Warga Berinovasi Saat Pandemi Covid-19

Kampung tangguh untuk saat ini memang disiagakan untuk penanggulangan Covid-19.

Mojokerto Dorong Warga Berinovasi Saat Pandemi Covid-19 (ilustrasi).
Foto: Edi Yusuf/Republika
Mojokerto Dorong Warga Berinovasi Saat Pandemi Covid-19 (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,MOJOKERTO -- Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur terus mendorong dan membantu warga berinovasi di saat pandemi virus corona atau Covid-19 saat ini. Bupati Mojokerto Pungkasiadi mengatakan sikap gotong royong dan peduli sesama di masa pandemi Covid-19 kian mengakar kuat pada warga masyarakat Kabupaten Mojokerto.

"Aksi nyata langsung diaplikasikan dalam bentuk inovasi-inovasi unik dan bermanfaat. Salah satunya papan sayur gratis bagi warga, yang disiapkan di kampung tangguh Covid-19 Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong," katanya saat saat menyerahkan bantuan APD dan logistik Covid-19 untuk Kampung Tangguh Gunungsari dan Kampung Tangguh Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto.

Selain sayur, kata dia, disertakan juga papan nomor telepon tanggap darurat Covid-19 yang bisa diakses oleh masyarakat setempat. Papan sayur gratis dengan motto "ingat saudaramu yang lain, ambil seperlunya taruh semampunya", kata dia, diinisiasi oleh Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Kelompok Wanita Tani (KWT) Bunga Lestari Desa Gunungsari Kecamatan Dawarblandong.

"KRPL sendiri diwujudkan dalam satu RT/RW dusun yang telah menerapkan prinsip rumah pangan lestari dengan menambahkan intensifikasi pemanfaatan pagar hidup, jalan desa, dan fasum lain,' katanya.

Meski sudah terbentuk sebelum adanya pandemi, kata dia, inovasi tersebut diharapkan mampu meringankan kebutuhan warga terdampak Covid-19 baik secara langsung maupun tidak langsung. "Pemerintah Kabupaten Mojokerto pun, mengapresiasi dan terus mendorong desa-desa lain untuk terus berinovasi," katanya.

Ia mengatakan, kampung tangguh untuk saat ini memang disiagakan untuk penanggulangan Covid-19. "Namun, sekalipun Covid-19 telah berhasil dilalui nanti, saya ingin kampung ini tetap eksis dan mandiri. Potensi desa bisa hidup lagi. Kalau bisa, ciptakan lebih banyak inovasi," ujarnya.

Bupati Pungkasiadi dalam arahanya mengatakan, pemotongan mata rantai Covid-19 harus dikerjakan bersama-sama dari seluruh elemen. "Pemerintah daerah hanya bertindak sebagai pendorong dan pemberi stimulus," ujarnya.

Namun, kata dia, warga masyarakat lah yang paling tahu kondisi sebenarnya yang ada di lapangan.

"Kami dari pemerintah, TNI dan Polri hanya mendukung panjenengan semua. Warga masyarakat lah yang paling tahu kondisi real lapangan. Namun kalau ada yang dibutuhkan, harus komunikasikan sama-sama. Kami ingin pandemi ini segera berakhir," katanya

Sebagai informasi, saat ini jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Mojokerto sebanyak 249 orang pasien. Kemudian untuk jumlah orang dalam pemantauan 587 orang, dan pasien dalam pengawasan sebanyak 117 orang.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement