Anggota Komisi IV Apresiasi Mentan Terkait Kalung Eucalyptus

Kalung eucalyptus merupakan inovasi yang dilakukan Balitbang Kementan.

Selasa , 07 Jul 2020, 21:51 WIB
Kementan bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk memproduksi antivirus dari eucalyptus
Foto: Kementan
Kementan bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk memproduksi antivirus dari eucalyptus

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi IV DPR Fraksi Partai Nasdem Charles Meikyansah mengapresiasi langkah Badan Peneltiian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Balitbang Kementan) terkait inovasi kalung Eucalyptus yang diklaim mampu membunuh virus corona. Ia menilai apa yang dilakukan Kementan merupakan sebagai bentuk rasa tanggung jawab dan inovasi yang dilakukan Balitbang Kementan.

"Terlepas dari pro dan kontra di publik, saya sebagai anggota komisi IV mengapresiasinya," kata Charles dalam rapat dengan Kementan, Jakarta, Selasa (7/7).

Kendati demikian ia meminta agar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo untuk tidak terlalu fokus terhadap pengembangan kalung tersebut. Menurutnya Mentan perlu juga fokus terhadap tugas, pokok, dan fungsi dari Kementan.

"Pak menteri jangan terlalu banyak mengambil tenaga disini kemudian core atau tupoksinya kemudian jadi lupa," ujarnya.

Dirinya juga meminta agar ada kerja sama yang jelas sehingga tidak muncul kesan di publik bahwa temuan tersebut diambil oleh Kementan sendiri. Dirinya berharap kalung tersebut menjadi sebuah produk yang tidak hanya diakui oleh litbang kementan tetapi juga diakui oleh seluruh masyarakat. 

Anggota Komisi IV DPR Fraksi Parta Nasdem Sulaeman L Hamzah juga menyampaikan apresiasi terhadap temuan Kementan tersebut. Menurutnya hal tersebut merupakan sebuah langkah maju yang  memanfaatkan semua komoditas yang ada. 

"Satu temuan baru dari litbang ini saya kira ini juga perlu kita apresiasi sekalipun banyak komentar bahwa perlu didukung kajian medis sehingga ini perlu memastikan bahwa ini juga satu temuan yang bisa digunakan untuk menanggulangi pandemi covid yang sekarang berjalan," ungkapnya.