Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Lewat Bali, Garuda Godok Rencana Pemulihan Pariwisata

Selasa 07 Jul 2020 16:02 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha

Maskapai Garuda Indonesia melihat adanya peluang untuk memulihkan kembali pariwisata melalui daya tarik Bali.

Maskapai Garuda Indonesia melihat adanya peluang untuk memulihkan kembali pariwisata melalui daya tarik Bali.

Foto: ANTARA/Nyoman Budhiana
Nantinya penerbangan untuk menggairahkan pariwisata bukan lagi dari Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Maskapai Garuda Indonesia melihat adanya peluang untuk memulihkan kembali pariwisata melalui daya tarik Bali. Garuda Indonesia saat ini tengah menggodok rencana tersebut dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Kami dengan Kementerian Pariwisata sepakat kalau mau undang pariwisata dari luar. Salah satu caranya memperkenalkan penerbangan langsung (Melalui Bali)," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra saat menghadiri rapat panja pemulihan pariwisata dengan Komisi X DPR, Selasa (7/7).

Dia menuturkan Garuda Indonesia sebelumnya akan melakukan penjajakan terlebih dahulu. Irfan berharap Garuda Indonesia dapat melewati krisis yang terjadi saat ini akibat pandemi Covid-19 agar bisa membuka penerbangan ke Prancis, Delhi, Mumbai, Sanfransisco, Los Angeles, dan Eropa.

Baca Juga

"Semua negara itu memiliki kemampuan spending capability dibandingkan negara lain dan mereka bisa stay lebih lama di Indonesia sehingga kita bisa membawa mereka ke Bali dan kemudiak ke beberapa daerah lainnya," jelas Irfan.

Dia mengatakan nantinya penerbangan untuk menggairahkan pariwisata bukan lagi dari Jakarta. Irfan menegaskanz Garuda Indonesia akan lebih fokus penerbangan langsung dari dan ke Bali dengan waktu yang sesuai bagi turis mancanegara.

"Waktu yang cocok mendarat di Bali sebelum siang hari dan malam hari sehingga kalau mereka keluar dari hotel, dan menuju bandara mereka bisa alokasikan dana lebih banyak untuk keperluan lainnya selama di Bali," ungkap Irfan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA