Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Olahraga Berat Bisa Turunkan Imunitas Tubuh

Selasa 07 Jul 2020 14:47 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda

Warga berolahraga saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan Gajah Mada, Jakarta, Ahad (5/7/2020). Untuk yang baru mulai berolahraga, sebaiknya tidak perlu latihan level berat.

Warga berolahraga saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan Gajah Mada, Jakarta, Ahad (5/7/2020). Untuk yang baru mulai berolahraga, sebaiknya tidak perlu latihan level berat.

Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA/Hafidz Mubarak A
Untuk menjaga kebugaran, orang tidak perlu olahraga berat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Di masa pandemi, banyak orang mulai menyadari pentingnya olahraga. Olahraga yang ditujukan untuk kesehatan tidak perlu dilakukan dengan level berat.

"Ini adalah satu poin yang harus digarisbawahi karena olahraga yang berat cenderung menurunkan imunitas tubuh kita,” kata spesialis kedokteran olahraga dr Michael Triangto dalam Live Instagram, Ahad (5/7) lalu.

Michael mengatakan, anjuran olahraga membuat tubuh sehat memang benar. Namun, pemikiran olahraga berat lebih baik itu belum tentu benar. Dia menjabarkan olahraga terlalu berat akan menurunkan imunitas, gampang cedera, dan mendapat kepuasan.

Terkait kelompok yang baru memulai olahraga, Michael menyarankan tidak perlu melakukan latihan level berat. Selain itu, olahraga tak berat itu tetap membuat seseorang mudah bernapas. Olahraga ringan yang bisa dilakukan seperti, jalan cepat, joging, dan bersepeda.

Dalam kondisi biasa, orang bernapas dengan menghirup melalui hidung dan keluar melalui hidung. Olahraga berat membuat seseorang bernapas dengan menghirup melalui hidung dan keluar melalui mulut.

Dalam keadaan mengenakan masker, tentu kondisi itu menyulitkan seseorang bernapas, terlebih jika masker basah terkena keringat. Michael mengatakan, orang harus tetap mengenakan masker selama berolahraga.

Baca Juga

Pun pemilihannya harus benar, yakni masker kain. Dia tidak menyarankan orang berolahraga mengenakan masker bedah medis yang seharusnya digunakan di ruang isolasi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA