Ahad 05 Jul 2020 10:35 WIB

Dalam Sehari, India Capai Rekor 22.000 Kasus Covid-19

Kasus Covid-19 melonjak di bagian barat dan selatan India pada musim hujan

Rep: Rizky Surya/ Red: Nur Aini
Penumpang duduk di dalam kereta di New Delhi, India, Senin (1/6). India mengalami lonjakan kasus di saat akan melakukan pelonggaran karantina bertahap. WHO ingatkan dunia bahwa gelombang kedua Covid-19 sangat mungkin terjadi.
Foto: EPA
Penumpang duduk di dalam kereta di New Delhi, India, Senin (1/6). India mengalami lonjakan kasus di saat akan melakukan pelonggaran karantina bertahap. WHO ingatkan dunia bahwa gelombang kedua Covid-19 sangat mungkin terjadi.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- India mencapai rekor baru pasien Covid-19 dalam sehari yaitu mencapai 22 ribu orang pada Sabtu (4/7). Dari jumlah itu, 442 orang meninggal dunia.

Dilansir dari Reuters pada Ahad (5/7), infeksi Covid-19 melonjak di bagian barat dan selatan India pada musim hujan. Wilayah Maharashtra di sebelah barat mencatatkan rekor tertinggi dibanding wilayah lain di angka 6.364 kasus baru. Maharashtra yang beribukotakan Mumbai melaporkan 198 kematian baru akibat Covid-19.

Baca Juga

Petugas pemerintah di Mumbai mengingatkan penduduk untuk menjauhi pantai karena hujan berintensitas tinggi akan terjadi dalam 48 jam ke depan. Hujan itu biasanya menyebabkan banjir rob dan naiknya penularan Covid-19 di masyarakat.

Sedangkan wilayah Tamil Nadu mencatatkan rekor tertinggi kedua penderita Covid-19 baru. Sejak pandemi terjadi, ada 100 ribu penduduk disana tertular Covid-19.

India sebenarnya telah menerapkan lockdown masyarakat ketat sejak Maret untuk mencegah penularan virus corona. Tapi lockdown telah dilonggarkan dalam beberapa pekan terakhir demi memperbaiki ekonomi. Tindakan tersebut sesuai prediksi epidemiolog menyebabkan angka penderita Covid-19 terus naik.

India merupakan negara keempat dunia dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia dengan 640 ribu kasus hingga Sabtu. Amerika, Brasil, dan Rusia menjadi negara setelah India dengan kasus terbanyak.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement