Jumat 03 Jul 2020 00:42 WIB

HUT Bhayangkara ke-74, GAMKI Harap Polisi Makin Profesional

Polri diminta utamakan keselamatan rakyat.

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (kedua kanan) didampingi Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy (kedua kiri) berjalan usai meletakan karangan bunga dalam Upacara Ziarah Makam dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta, Senin (29/6/2020). Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka rangkaian peringatan HUT ke-74 Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli 2020. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.
Foto: ANTARA /GALIH PRADIPTA
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (kedua kanan) didampingi Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy (kedua kiri) berjalan usai meletakan karangan bunga dalam Upacara Ziarah Makam dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta, Senin (29/6/2020). Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka rangkaian peringatan HUT ke-74 Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli 2020. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di umurnya yang ke-74, Polri diminta semakin profesional, modern, dan terpercaya. Terlebih lagi adalah mengutamakan pendekatan pencegahan dan humanis dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

Demikian diutarakan oleh Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) terpilih, Willem Wandik.

Willem mengatakan, pesan tegas Presiden Joko Widodo dalam upacara Hari Bhayangkara yang meminta agar Polri mengutamakan keselamatan rakyat dalam penindakan hukum dengan melakukan tindakan persuasif dan humanis harus menjadi prioritas kebijakan Polri ke depan.

"Kepolisian harus berdiri di atas semua golongan, tidak memihak, dan melakukan penanganan hukum secara transparan dan berkeadilan, sehingga Polri semakin dipercaya masyarakat," kata dia di Jakarta, Kamis (2/7).

Beberapa prestasi positif kepolisian dalam satu tahun terakhir antara lain mengamankan Pemilu 2019, membongkar sindikat narkoba senilai triliunan rupiah, membongkar investasi bodong beromset ratusan milyar, dan menjalankan penanganan Covid-19.

"Namun di sisi lain, masih ada oknum-oknum kepolisian yang melakukan penyalahgunaan wewenang ataupun melakukan tindakan yang berlebihan. Yang menjadi catatan penting adalah masih adanya tindakan represif ataupun kekerasan berlebihan (excessive use of force) yang berpotensi melanggar HAM, misalnya dalam menangani aksi demonstrasi, ataupun menghadapi tersangka yang melarikan diri," kata Willem.

Sekretaris Umum GAMKI  Sahat Martin Philip Sinurat menambahkan, selain itu, masih adanya tindakan berlebihan dalam menghadapi kegiatan diskusi ilmiah ataupun 'penangkapan' seorang pria yang memposting lelucon Gus Dur.

Untuk tetap menjalankan reformasi Polri seperti yang diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo, kata dia, Kapolri harus menegaskan kepada semua jajaran kepolisian untuk lebih humanis. Polri harus lebih banyak fokus pada tindakan preventif dan preemtif, ketimbang melakukan tindakan represif.

"Maka kedepannya, Kepolisian harus menjaga kepercayaan masyarakat yang saat ini masih tinggi kepada institusi kepolisian. Khususnya di masa COVID-19 ini, Polri tetap melakukan pendekatan humanis untuk menjaga kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan seperti yang sudah dilakukan selama beberapa bulan ini," Sahat.

Sahat menambahkan, salah satu peran penting yang perlu dilakukan oleh kepolisian adalah bersama-sama dengan KPK dan Kejaksaan secara konsisten melakukan penindakan terhadap dugaan korupsi yang masih terjadi di Indonesia. "Selamat Hari Bhayangkara ke-74 kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia," ujar Sahat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement