Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Twitter Hapus Gambar di Akun Donald Trump Terkait Hak Cipta

Kamis 02 Jul 2020 19:27 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Laman Twitter Presiden AS, Donald Trump

Laman Twitter Presiden AS, Donald Trump

Foto: VOA
New York Time melayangkan keluhan hak cipta pada gambar yang diunggah Donald Trump

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Twitter menghapus gambar yang diunggah oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, setelah menerima keluhan hak cipta dari New York Times. Unggahan yang ditulis oleh Trump menunjukkan sebuah meme dengan sebuah gambar latar belakang yang diambil oleh fotografer New York Times.

Unggahan Trump menunjukkan meme yang bertuliskan, "Pada kenyataannya mereka tidak mengejar saya, mereka mengejar Anda. Saya tetap berjalan". Tulisan meme itu dilengkapi dengan gambar Trump yang dibuat sebagai latar belakang. Gambar latar belakang yang diambil oleh fotografer New York Times itu, digunakan untuk artikel feature tentang kandidat Trump sebagai presiden pada September 2015. 

Twitter menghapus gambar tersebut, setelah menerima keluhan dari Digital Millennium Copyright Act (DMCA) atas nama New York Times, yang memiliki hak atas foto tersebut. Twitter mulai melabeli cicitan Trump pada Mei dan sejak saat itu telah berulang kali berselisih dengan presiden.

Baca Juga

Presiden mengancam akan merevisi hukum tentang media sosial setelah Twitter melabeli salah satu cicitannya tentang pemungutan suara melalui pos yang tak akurat. Twitter juga menyembunyikan cicitan tentang penjarahan, yang menurut Twitter dapat memicu kekerasan.

Video tribute kampanye untuk kematian pria Afrika-Amerika George Floyd oleh perwira polisi kulit putih di Minneapolis, juga telah dihapus oleh Twitter, Facebook, dan Instagram dari platform mereka bulan lalu. Video itu dihapus karena keluhan hak cipta. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA