Kamis 02 Jul 2020 13:29 WIB

Indonesia Berpeluang Besar Ekspor Makanan dan Minuman ke AS

Tren ekspor makanan minuman Indonesia ke AS selama lima tahun terakhir tumbuh positif

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya
Sebuah kapal bermuatan peti kemas melakukan peran pemanduan oleh kapal tunda saat akan bersandar di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (24/6/2020). Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor produk makanan dan minuman ke Amerika Serikat (AS) selama masa pandemi Covid-19.
Foto: ANTARA/M RISYAL HIDAYAT
Sebuah kapal bermuatan peti kemas melakukan peran pemanduan oleh kapal tunda saat akan bersandar di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (24/6/2020). Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor produk makanan dan minuman ke Amerika Serikat (AS) selama masa pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan, di tengah tantangan ekonomi global, khususnya di masa pandemi Covid-19, beberapa produk ekspor masih memiliki peluang besar untuk tumbuh. Salah satunya produk makanan dan minuman (mamin).

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan. “Namun seiring meningkatnya perhatian konsumen terhadap produk yang higienis dan baik bagi imun tubuh. Maka diperlukan strategi khusus dalam memasarkan produk inovatif dan berkualitas demi memenangkan kompetisi di pasar internasional, termasuk di pasar Amerika Serikat (AS),” ujarnya melalui siaran pers pada Kamis, (2/7).

Baca Juga

Selain menjaga kualitas produk, kata dia, hal lain yang perlu diperhatikan yakni peran serta pendanaan mudah dan aman bagi para pelaku usaha. Hal tersebut dibutuhkan para eksportir maupun importir dalam ekspansi produk makanan dan minuman secara khusus ke pasar Amerika Serikat.

“Permintaan tinggi serta tingkat pertumbuhan sangat pesat membuat Amerika Serikat menjadi destinasi ekspor utama bagi produsen makanan dan minuman dari berbagai negara. Sehingga membuat pasar produk Amerika Serikat sangat kompetitif dan sangat ketat,” jelasnya.

Representatif Mustika Ratu untuk wilayah Amerika Utara Julie Wahono menambahkan, pihaknya akan selalu mendukung kebijakan pemerintah dalam memajukan perekonomian Indonesia. "Kami berkomitmen turut memajukan perekonomian Indonesia, salah satunya melalui kegiatan ekspor dan mengikuti setiap ketentuan serta peraturan yang ditetapkan di masing-masing negara tujuan," kata dia.

Sebagai salah satu negara mitra utama Indonesia, total perdagangan Indonesia-Amerika Serikat tercatat sebesar 26,9 miliar dolar AS. Indonesia pun mengalami surplus sebesar 8,4 miliar dolar AS.

Sedangkan, ekspor makanan minuman Indonesia ke Amerika Serikat pada 2019 tercatat sebesar 730,4 juta dolar AS. Dengan tren ekspor selama lima tahun terakhir (2015-2019) tercatat positif sebesar 7,15 persen.

Pada periode Januari sampai April 2020, ekspor makanan dan minuman Indonesia bahkan mencapai 293,63 juta dolar AS. Nilai tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 29,69 persen dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya.

Produk ekspor makanan dan minuman terbesar Indonesia ke Amerika Serikat yaitu makanan laut, buah-buahan, makanan ringan, dan gula.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement