Rabu 01 Jul 2020 22:15 WIB

Pertemuan Darurat Pascapengunduran Diri Imam Masjid Dunedin

Imam Masjid Dunedin mengundurkan diri.

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Muhammad Hafil
Pertemuan Darurat Pascapengunduran Diri Imam Masjid Dunedin. Foto:  Masjid Al-Huda di kampus Universitas Dunedin, Selandia Baru.
Foto: otagomusa.com
Pertemuan Darurat Pascapengunduran Diri Imam Masjid Dunedin. Foto: Masjid Al-Huda di kampus Universitas Dunedin, Selandia Baru.

REPUBLIKA.CO.ID, DUNEDIN -- Imam masjid Dunedin di Selandia Baru telah mengundurkan diri. Langkah sang imam kemudian mendorong diadakannya pertemuan darurat di komunitas untuk membahas hal itu.

Syekh Asrarul Haque Obaidullah adalah imam Masjid Al-Huda atau dikenal juga Masjid Dunedin. Namun, ia mengundurkan diri pada 16 Juni 2020, dan menjalani hari terakhirnya sebagai imam di masjid tersebut pada 20 Juni 2020 lalu.

Baca Juga

Dalam sebuah pernyataan menyusul pengunduran diri sang imam, dilansir di Stuff, Rabu (1/7), Asosiasi Muslim Otago berharap dia dan keluarganya mendapatkan yang terbaik untuk petualangan baru mereka selanjutnya. Lembaga ini menegaskan tengah mencari imam baru untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Syekh Obaidullah.

Namun belakangan, dalam sebuah unggahan di laman Facebook pekan ini, Asosiasi Muslim Otago mengumumkan pihaknya ingin mengundang komunitas ke sebuah pertemuan untuk mempresentasikan apa yang terjadi. Anggota yang berencana menghadiri pertemuan pada Jumat malam itu diminta untuk tidak membawa alat perekam atau ponsel ke masjid.

Selain itu, anggota juga dilarang mencatat apa yang dibahas dalam pertemuan. Bahasan dalam agenda pertemuan mencakup petunjuk untuk pekerjaan/pengunduran diri dan keuangan. Sementara itu, akan diadakan sesi tanya jawab di akhir pertemuan. Ketua Asosiasi Muslim Otago, Dr Mohammed Rizwan, mengatakan dia tidak dalam posisi untuk berkomentar.

Sementara itu, Perdana Menteri Jacinda Ardern tahun lalu pernah mengunjungi Masjid Al-Huda untuk meyakinkan komunitas Muslim Otago setelah insiden penembakan di masjid di Christchurch pada Maret 2019. Teroris pelaku penembakan dilaporkan tinggal di Dunedin sebelum penembakan terjadi.

Setelah serangan itu, terungkap bahwa masjid Dunedin adalah target asli dari pria bersenjata tersebut. Masjid Al-Huda sendiri telah meluncurkan upaya penggalangan dana tahun lalu untuk meningkatkan keamanan di fasilitasnya, termasuk titik keluar dan jendela yang dapat diakses. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement