Monday, 21 Jumadil Akhir 1443 / 24 January 2022

Mengetahui Ustaz Hilmi Wafat, Hamas Ucapkan Belasungkawa

Rabu 01 Jul 2020 18:57 WIB

Rep: Erdy Nasrul/ Red: Nur Hasan Murtiaji

Hilmi Aminuddin

Hilmi Aminuddin

Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Ustaz Hilmi memiliki tempat di hati rakyat Palestina yang mendambakan kemerdekaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Gerakan Perlawanan Islam (harakatul muqawamah al-Islamiyah/Hamas) berbelasungkawa ketika mengetahui pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ustaz Hilmi Aminuddin pada Selasa 30 Juni 2020. Dalam keterangan tertulisnya, Hamas mengenang nasihat almarhum yang sering menggerakkan solidaritas umat Islam di Indonesia dan dunia untuk membela Palestina dan Masjid al-Aqsha dari kekejian Zionis Yahudi.

“Beliau adalah sosok ulama, pendidik, dan politisi. Hidupnya didedikasikan untuk pembangunan Indonesia dan umat Islam dunia, termasuk untuk mempertahankan keberadaan Masjid al-Aqsha. Semoga Allah menyayangi dan meridhai almarhum,” tulis Hamas dalam keterangan resminya yang diterima Republika.co.id, Rabu (1/7).

Hamas mengenang dan sangat menghargai dakwah dan upaya konsisten almarhum. Bahkan, almarhum memiliki tempat di hati masyarakat Palestina yang mendambakan merdeka dari belenggu penjajahan Zionis Yahudi. “Yang mulia Syekh Hilmi Aminudin, semoga Allah menyayangi dan memberkati almarhum, mengampuni dosa-dosanya, mengangkat derajatnya, dan masuk ke dalam surga,” tulis Hamas.

Dalam keterangan tersebut, Hamas menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang Indonesia. Semoga almarhum dikumpulkan bersama Rasulullah, para nabi, sahabat, syuhada, dan orang-orang saleh. 

“Insya Allah meski sudah tiada, Syekh Hilmi tetap menginspirasi kita semua. Kelak kita juga akan kembali kepada Allah dan insya Allah akan ikut berkumpul bersama Syekh Hilmi di akhirat,” tulis Hamas.

Ustaz Hilmi Aminuddin telah berpulang ke rahmatullah pada Selasa (30/6) pukul 14.24 WIB di ruangan Berlian Timur RS Santosa Central, Kota Bandung, Jawa Barat. Sejak sepekan sebelum kematiannya, almarhum mengalami penyakit diare. Kemudian dirawat di rumah sakit, sampai akhirnya wafat. Jenazah dimakamkan di pemakaman keluarga yang berada di kawasan Padepokan Madani Lembang.

Umat Islam di Indonesia merasa kehilangan karena almarhum dikenal sebagai guru, murabbi, dan pendakwah yang konsisten menegakkan dan menyebarluaskan ajaran Islam. Para muridnya, kata Ketua DPW PKS Jawa Barat, Haru Suandharu, mengenang almarhum yang selalu menyemangati anak muda untuk berjuang melindungi masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Almarhum pun selalu mengajarkan agar anak muda jangan takut berbuat salah, selalu berani mencoba dan berdiri di pihak yang lemah serta membutuhkan bantuan.

"Apa pun posisinya, semua kader PKS baik itu sebagai pejabat publik atau pejabat partai harus menjadi payung untuk melindungi masyarakat lemah dan terpinggirkan, kata Haru.

Ustaz Hilmi lahir 27 Desember 1947. Pada 1998, Ustaz Hilmi bersama beberapa rekannya mendirikan Partai Keadilan (PK). Pada 2002, PK berganti nama menjadi PKS agar bisa ikut pemilu dua tahun berikutnya. Pada 2005, Hilmi ditunjuk menggantikan Rahmat Abdullah yang wafat sebagai Musyawarah Majelis Syuro I PKS yang merupakan lembaga tertinggi di PKS.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA