Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Ketua Baleg Sebut RUU Ciptaker tak Selesai dalam Waktu Dekat

Selasa 30 Jun 2020 23:01 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Bayu Hermawan

Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Supratman Andi Agtas

Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Supratman Andi Agtas

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Ketua Baleg DPR klaim omnibus law cipta kerja tak selesai dalam waktu dekat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Supratman Andi Agtas mengatakan, omnibus law RUU Cipta Kerja masih belum akan selesai dalam waktu dekat. Supratman mengatakan, pembahasan RUU masih panjang.

Ketua Baleg Supratman Andi Agtas mengatakan, saat ini DPR RI baru menyelesaikan RUU tersebut pada tahap riset. Menurutnya, masih tersisa banyak bab dan kluster yang masih memerlukan pembahasan. 

"Masih tersisa bab 9, 10, 3, 4, itu. jadi masih panjang, masih banyak yang belum dibahas," katanya di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6).

Baca Juga

Dengan masih panjangnya pembahasan tersebut, Supratman pun menyatakan bahwa RUU itu tidak dapat berlanjut ke tahap berikutnya dalam masa sidang ini. "Tidak mungkin," ucapnya.

Supratman melanjutkan, sejauh ini sejumlah fraksi telah memberikan masukan dalam bentuk daftar inventarisasi masalah (DIM) dalam tiap klaster pembahasan RUU Cipta Kerja. Namun, masukan-masukan itu belum dibahas oleh Baleg.  Menurut Supratman, Baleg baru menyelesaikan konsideran, Bab 1 ketentuan umum, Bab II maksud dan tujuan, Bab V tentang  UMKM dan koperasi. Bab 7 tentang riset dan inovasi masih ditunda. 

"Jadi kemudian hari Rabu besok kita akan masuk di bab tentang proyek strategis pemerintah dan kawasan ekonomi khusus. bab 3 dan seterusnya, kecuali bab 4 klaster tenaga kerja masih sampai saat ini kita pending," ujarnya.

Politikus Gerindra ini juga mengklaim, DPR RI tak menetapkan target kapan selesainya RUU Cipta Kerja ini. Menurut dia, selesainya RUU ini menunggu kesepakatan fraksi - fraksi.  "Kita tidak ada target walaupun pemwrintah menginginkan ada target, tapi kita realistis menyangkut soal pembahasan," tegasnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA