Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Netanyahu Melemah Soal Tepi Barat, Takut Tekanan Arab?

Selasa 30 Jun 2020 18:23 WIB

Rep: Umar Mukhtar / Red: Nashih Nashrullah

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebut menyerah terhadap tekanan negara Arab.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebut menyerah terhadap tekanan negara Arab.

Foto: AFP POOL
Netanyahu disebut melemah soal aneksasi dan klaim sepihak Tepi Barat

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Anggota parlemen Israel yang juga mantan menteri kehakiman Israel, Ayelet Shaked menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyerah pada tekanan dari mitra koalisinya dan negara-negara Arab. 

Hal ini menyusul langkah Israel yang berniat mengurangi perluasan aneksasi Israel ke bagian-bagian Tepi Barat. 

Baca Juga

Shaked mengeklaim bahwa Lembah Jordan telah dihilangkan dari rencana terbaru perluasan aneksasi Israel. "Rencana yang dipertimbangkan sekarang ini tidak termasuk kedaulatan atas Lembah Jordan," kata dia dilansir dari Israel National News, Selasa (30/6).

Menurut Shaked, Netanyahu menyerah pada tekanan yang datang dari orang-orang Arab dan Partai Biru dan Putih, termasuk juga menyerah soal aneksasi Lembah Jordan. Shaked mengklaim mengetahui hal itu karena menerima informasi orang dalam mengenai versi terbaru dari rencana perluasan aneksasi.

"Ini bukan 'rencana Trump', ini adalah 'rencana Netanyahu'. Dia mendesainnya, dan saya berasumsi bahwa dia dapat menuntut perubahan di dalamnya," tutur dia.  

Pada Ahad lalu, Netanyahu mengisyaratkan bahwa rencana perluasan kedaulatan negaranya akan mencakup Lembah Yordan. Ini dia sampaikan pada pertemuan puncak Kristen United untuk Israel (CUFI). 

"(Rencana tersebut akan memberikan) Israel dengan perbatasan yang dapat dipertahankan, termasuk Lembah Jordan yang strategis," katanya.

Netanyahu berdalih, menerapkan hukum Israel ke wilayah Yudea dan Samaria yang akan tetap menjadi bagian dari Israel dalam kesepakatan perdamaian di masa depan tidak akan mengembalikan penyebab perdamaian, itu akan memajukan perdamaian.

Setelah merilis rencana perdamaian Timur Tengah AS pada Januari lalu, Netanyahu menyerukan penerapan hukum Israel atas sekitar 30 persen Yudea dan Samaria, termasuk sebagian besar Lembah Jordan, di bawah kerangka rencana Trump.

Namun sekarang Israel sedang mempertimbangkan langkah pencaplokan yang lebih terbatas sehingga nantinya hanya mengklaim daerah pemukiman yang dekat dengan Yerusalem. Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi mengatakan bahwa Israel tidak akan menganeksasi Lembah Jordan.

 

Sumber:  http://www.israelnationalnews.com/News/News.aspx/282637  

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA