Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Saan Mustopa Yakin Kinerja Menteri dari Nasdem Baik

Selasa 30 Jun 2020 06:47 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita

Politikus Partai Nasdem Saan Mustopa

Politikus Partai Nasdem Saan Mustopa

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Mengenai isu reshuffle, Partai Nasdem menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus Partai Nasdem Saan Mustopa meyakini kinerja para menteri dari Fraksi Partai Nasdem sangat baik. Nama-nama menteri Kabinet Indonesia Maju dari Partai Nasdem seperti Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Menteri Komunikasi dan Informatika Johhny G Plate, dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

"Menteri-menteri Nasdem sih sejauh yang kita pahami, mungkin subjektif ya pandangan kita, cukup baik lah, perform lah kita. Pak Johnny, Bu Siti, Pak Syahrul, itu kinerjanya, performanya, perform lah, bagus," kata Saan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6).

Baca Juga

Mengenai isu reshuffle, wakil ketua komisi II DPR itu mengatakan Partai Nasdem menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi. Namun, ia menyarankan agar Presiden juga sebaiknya mendengarkan masukan dari berbagai pihak, termasuk lembaga survei yang mengadakan survei terkait kinerja para menteri.

"Presiden tentu punya banyak pertimbangan, punya banyak hasil evaluasi dan review terkait dengan kinerja para menterinya," ujarnya.

Kendati demikian ia tak mau berspekulasi lebih jauh terkait isu reshuffle kabinet. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden terkait reshuffle kabinet mengingat hal tersebut merupakan hak prerogatif presiden.

"Presiden yang punya hak untuk reshuffle," ungkapnya  

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengungkapkan kejengkelannya terhadap kinerja para menterinya di era pandemi Covid-19 dalam sidang paripurna kabinet 18 Juni 2020 lalu. Bahkan, Jokowi mengancam akan melakukan reshuffle terhadap para menterinya tersebut.   

"Langkah apapun yang extraordinary akan saya lakukan untuk 267 juta rakyat kita, untuk negara, bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle, sudah kepikiran kemana-mana saya," ungkap Jokowi ketika itu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA