Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

Pemeriksaan Swab di Batam Terhenti Akibat Listrik Padam

Senin 29 Jun 2020 23:49 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Dokter patologi klinik menunjukkan cara kerja alat Polymerase Chain Reaction (PCR).

Dokter patologi klinik menunjukkan cara kerja alat Polymerase Chain Reaction (PCR).

Foto: Umarul Faruq/ANTARA FOTO
PLN wilayah Batam menyebut tidak ada pemadaman listrik di area kerjanya

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Proses pemeriksaan usap (swab) PCR(polymerase chain reaction)di Laboraturium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Keperi) sempat terhenti akibat listrik padam.

"Tadi listrik di kantor sempat mati sebentar, sehingga pemeriksaan PCR harus diulang dari awal," kata Kepala BTKLPP Batam, Ismail, di Batam, Senin (29/6).

Akibat kendala itu, maka pada Senin ini relatif tidak ada hasil pemeriksaan PCR di Batam. Namun, kata dia, tidak ada penambahan pasien positif COVID-19, dan juga pasien sembuh.

Menurut Ismail, selain listrik padam, relatif tidak ada kendala lain dalam pemeriksaan PCR di BTKLPP Batam. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi menyatakan akibat listrik padam maka mesin PCR tidak bisa jalan.

"(PCR) sedang putar tadi pagi. Terus mati. Sore hari baru diulang lagi," katanya. Akibatnya, hasil pemeriksaan PCR molor, dan diperkirakan baru selesai Selasa (30/6).

Ia optimistis, bila mesin PCR bisa berjalan, maka jumlah pasien yang dinyatakan sembuh COVID-19 akan bertambah pada Senin ini. Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyatakan akan menyampaikan kendala listrik BTKLPP itu ke Bright PLN Batam.

Saat dikonfirmasi, Humas Bright PLN Batam, Yoga, menyatakan relatif tidak ada masalah kelistrikan di sekitar wilayah kantor BTKLPP Batam. "Kemungkinan karena instalasi pelangganan, ada yang rusak atau apa," demikianYoga.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA