Senin 29 Jun 2020 10:59 WIB

Swasembada Daging, Agam Dukung Inseminasi Buatan Sapi

Pemkab Agam menargetkan swasembada daging dengan menekan pemotongan sapi betina

Kabupaten Agam saat ini didukung 25 inseminator buatan dari ASN dan swasta.
Foto: kementan
Kabupaten Agam saat ini didukung 25 inseminator buatan dari ASN dan swasta.

REPUBLIKA.CO.ID, AGAM -- Swasembada daging untuk ketersediaan pangan asal hewan sangat penting untuk mencukupi protein hewani bagi masyarakat. Selain ekonomis, juga berdampak sosial mendukung hadirnya generasi muda cerdas, sehat, kuat dan berkompetensi di tengah persaingan global yang mengedepankan daya saing.

"Upaya pencapaian tersebut ditempuh oleh Kabupaten Agam melalui pengawasan dan pengendalian pemotongan sapi betina produktif untuk menekan pemotongan sapi betina produktif, untuk mendukung target pusat mencapai swasembada daging sapi dan kerbau," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Arief Restu di Lubuk Basung, ibukota Agam, belum lama ini.

Menurutnya, swasembada daging sapi/kerbau menjadi target Kabupaten Agam dengan menekan pemotongan sapi betina produktif melalui peningkatan pengawasan dan pengendalian, selaras dengan Program Sapi dan Kerbau Komoditas Andalan Negeri (SiKomandan) dari Kementerian Pertanian RI.

Selain itu, pemerintah kabupaten (Pemkab) berupaya menggenjot populasi dan produksi sapi/kerbau melalui inseminasi buatan (IB). Target IB untuk 2020 mencapai 8.402 ekor sementara target pada 2019 sekitar 7.500 ekor sapi betina produktif. 

Kabupaten Agam saat ini didukung 25 inseminator buatan dari ASN dan swasta."Kegiatan IB di Agam rata-rata per bulan mencapai 600 ekor sapi/kerbau betina. Tingkat kebuntingan 75 persen. Sampai 21 Juni lalu. Realisasi IB mencapai 3.871 ekor, dengan 1.929 ekor sapi bunting, hasilnya kelahiran 1.866 ekor anak sapi atau pedet," kata Arief Restu.

Kepala Seksi IB Dinas Pertanian Agam, Jafrika mengatakan pemotongan sapi betina produktif terus dicegah oleh penyuluh melalui peningkatan pengawasan, dan pengendalian karena menjadi kendala pencapaian swasembada protein hewani dari daging sapi/kerbau. Guna mendukung hal itu, penyuluh dan inseminator aktif kampanye dan sosialisasi mencegah sapi betina produktif dipotong.

"Kondisi saat ini memang tidak mudah, tapi kami terus mendorong penyuluh di lapangan agar kendala lapangan dapat terselesaikan termasuk ketersediaan maupun distribusi semen beku, N2 cair dan kontainer untuk para petugas IB di lapangan," kata Jafrika.

Penyuluh Pusat, Edizal di di Kementerian Pertanian RI selaku pendamping kegiatan penyuluhan pertanian di Provinsi Sumatera Barat mengatakan hal itu sejalan instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo kepada seluruh insan pertanian mengoptimalkan produksi dalam negeri agar menekan volume impor daging sapi/kerbau. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menggarisbawahi instruksi Mentan agar penyuluh dan petani tetap produktif di tengah pandemi Covid-19 dengan mematuhi Protokol Kesehatan. "Kenakan masker, jaga jarak, hindari kerumunan dan rajin cuci dengan sabun."

"Pandemi Covid-19 jangan menghalangi pencapaian target swasembada sapi dan kerbau di Agam. Penyuluh wajib mendampingi peternak untuk mematuhi Protokol Kesehatan menangkal virus Corona. Penyuluh kawal, dampingi dan layani peternak meningkatkan populasi sapi lokal dengan IB dan kelahiran pedet," kata Arief Restu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement