Ahad 28 Jun 2020 17:45 WIB

Optimalkan Peforma, Garuda Maksimalkan Frekuensi Penerbangan

Saat ini, Garuda juga sudah berencana untuk membuka rute internasional baru.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ratna Puspita
Pesawat Garuda Indonesia lepas landas di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. (ilustrasi)
Foto: Antara/Muhammad Iqbal
Pesawat Garuda Indonesia lepas landas di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Maskapai Garuda Indonesia siap memaksimalkan kembali frekuensi penerbangan. Apalagi, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sudah mengatakan setoran dividen kepada negara masih menjadi salah satu indikator kinerja utama atau key performance indicators(KPI) meski saat ini masih dibayangi pandemi Covid-19.

"Kita ikuti saja aturan dari Kementerian BUMN," kata Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra kepada Republika.co.id, Ahad (28/6). 

Baca Juga

Untuk itu, Irfan memastikan Garuda Indonesia akan memaksimalkan kembali slot time atau jadwal penerbangan yang sudah dialokasikan saat ini. Sebab semenjak adanya pembatasan mobilisasi saat pandemi, operasional Garuda Indonesia juga sangat terbatas. 

Kendati demikian, Irfan mengatakan untuk memaksimalkam kembali frekuensi penerbangan dengan jadwal penerbangan yang ada tidak bisa dilakukan begitu saja. Dia menilai, hal tersebut membutuhkan proses yang didukung dengan perkembangan positif dari kondisi pandemi. 

"Masih butuh waktu karena yang paling penting kita tumbuhkan kepercayaan publik dan minat untuk terbang lagi," ujar Irfan. 

Saat ini, Garuda juga sudah berencana untuk membuka rute internasional baru. Hal tersebut sebagai upaya agar pariwisata di Indonesia kembali bergairah untuk segera pulih dari dampak Covid-19. 

"Ada diskusi Garuda diminta terbang ke kota-kota besar dunia terutama Eropa, Amerika, Paris, dan India," kata Irfan dalam diskusi virtual, Jumat (19/6). 

Dia menjelaskan saat ini Garuda tengah berdiskusi mengenai rencana tersebut dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dengan adanya penerbangan langsung ke sejumlah negara terdebut, perlahan akan berdampak positif bagi pariwisata di Indonesia. 

"Nilai tambah untuk kita bisa terbang ke Denpasar langsung (membawa wisatawan dari Eropa, Amerika, Paris, dan India)," tutur Irfan. 

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir setoran dividen BUMN kepada negara pada 2021 mendatang diperkirakan menurun akibat terdampak pandemi Covid-19. "2021 dividen BUMN tergerus banyak, paling banyak 25 persen," ungkap Erick. 

Namun, Erick menilai hal tersebut terbilang wajar karena saat ini banyak sektor yang terdampak alibat covid-19. Menurutnya, kondisi saat ini sangat mempengaruhi kinerja mayoritas BUMN. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement