Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Bupati Semarang: Pertanian Organik Menjanjikan

Sabtu 27 Jun 2020 19:15 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Fuji Pratiwi

 Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memanen sayur kale, di kebun Sayur Organik Merbabu (SOM) Kelompok Tani Citra Muda, Dusun Sidomukti, Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (27/6). Mentan menegaskan sektor pertanian memiliki peluang besar menjadi penyangga ekonomi nasional di era kenormalan baru Covid-19.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memanen sayur kale, di kebun Sayur Organik Merbabu (SOM) Kelompok Tani Citra Muda, Dusun Sidomukti, Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (27/6). Mentan menegaskan sektor pertanian memiliki peluang besar menjadi penyangga ekonomi nasional di era kenormalan baru Covid-19.

Foto: Republika/bowo pribadi
Permintaan sayuran organik meningkat signifikan.

REPUBLIKA.CO.ID,

UNGARAN -- Bupati Semarang, Jawa Tengah, Mundjirin ES mengapresiasi kunjungan kerja Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk memajukan pengembangan komoditas hortikultura. Khususnya sayuran organik yang permintaanya saat ini naik 300 persen.

Budidaya sayuran di SOM oleh Kelompok Petani Milenial Citra Muda Getasan tersebut juga sudah dikunjungi oleh investor dari Singapura. Investor itu ingin membuktikan sayuran tersebut benar-benar organik.

"Harga sayuran yang dihasilkan di sini secara ekonomi cukup menjanjikan, ada yang mencapai  Rp 100 ribu per kilogram," kata Mundjirin saat mendampingi Menteri Pertanin Syahrul Yasin Limpo berkunjung ke perkebunan Sayur Organik Merbabu, Sabtu (27/6).

Hasil pertanian organik tersebut dipasarkan secara lokal dan masuk supermarket. Bahkan sekarang merambah pasar daring.

Khusus berbagai komoditas hortikultura di Kecamatan Getasan, lanjut Mundjirin, ada beberapa yang pernah diekspor seperti buncis. Di samping itu juga ada beberapa jenis buah seperti alpukat dan durian yang telah bersertifikat organik.

"Petani kami juga membudidayakan berbagai jenis florikultura, seperti bunga krisan. Ada juga empon-empon dan jahe," kata Mundjirin.

Saat ini, luas lahan pertanian Kabupaten Semarang mencapai 25 ribu hektare atau kurang dari tiga persen dari luas lahan di Provinsi Jawa Tengah. Namun, Mundjirin mengatakan potensi pertanian yang ada di sana sangat beragam.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto mengaku optimistis dapat menjadikan komoditas hortikultura sebagai penopang perekonomian dan menjawab tantangan dari dampak Covid-19. "Pemantauan evaluasi nantinya akan dilakukan untuk penumbuhan dan penguatan petani milenial di sentra hortikultura," kata Prihasto.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA