Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Usaha Kuliner di Payakumbuh Berlakukan Protokol Kesehatan

Jumat 26 Jun 2020 15:15 WIB

Red: Agung Sasongko

Lembah Harau berada sekitar 20 km dari Kota Payakumbuh, Sumatra Barat.

Lembah Harau berada sekitar 20 km dari Kota Payakumbuh, Sumatra Barat.

Foto: Republika/Tahta Aidilla
Setiap pelaku usaha diwajibkan memperhatikan protokol kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Usaha kuliner di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, kembali menggeliat setelah memasuki era normal baru pandemi COVID-19.

Pengelola Kopi Ramen, Andre Ing mengatakan kuliner memang menjadi salah satu nilai tambah dan daya tarik di Kota Payakumbuh.

Menurutnya, Payakumbuh merupakan kota kuliner sehingga bisnis kuliner cukup menjanjikan. Memang bisnis kuliner sempat terdampak karena COVID-19, tapi saat ini sudah kembali normal.

Melihat kondisi yang mulai ramai inilah pihaknya memutuskan untuk membuka secara resmi usaha kuliner yang ide dan pengelolaannya muncul dari beberapa anak muda di Kota Payakumbuh.

"Karena kafe ini akan menghadirkan banyak orang, maka yang terpenting harus memperhatikan protokol kesehatan, mengingat masih adanya ancaman penyebaran COVID-19," ujarnya.

Selain itu kata dia, keberaniannya membuka usaha kuliner baru karena pihaknya mengusung konsep baru dengan menggabungkan kuliner minuman kopi dengan nama Warunk Joni dan kuliner khas Jepang mie ramen yang dikenal dengan Koteji Ramen.

"Kami optimistis dengan hadirnya Kopi Ramen di Payakumbuh dapat menjadi pilihan bagi anak muda," kata dia.

Ia menyebutkan Kopi Warunk Joni ini merupakan persembahan dari Barista muda bernama Joni yang telah mendalami dunia kopi sejak beberapa tahun terakhir.

"Kopi Ramen sendiri menawarkan konsep yang berbeda dari yang pernah ada sebelumnya. Tentunya nuansa tongkrongan kekinian menjadi andalan bagi Kopi Ramen untuk memanjakan pengunjung milenial," ujarnya didampingi Koordinator Marketing Kopi Ramen Rovindo Maisya.

Sebelumnya Kepala Dinas Koperasi dan UKM Payakumbuh Dahler mengatakan saat ini pihaknya tidak memberlakukan lagi jam malam untuk usaha kuliner. Tidak diberlakukannya jam malam, kata dia, diharapkan dapat mendorong dan menggairahkan kembali pelaku usaha kuliner di Payakumbuh.

Namun lanjut dia, setiap pelaku usaha, baik pedagang kaki lima atau pun kafe-kafe diwajibkan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Payakumbuh cukup terkenal dengan pasar kuliner malam. Mudah-mudahan setelah era normal baru semuanya kembali seperti sebelum COVID-19," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA