Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

Belasan Pedagang Pasar di Bantul Reaktif Rapid Test

Jumat 26 Jun 2020 14:41 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Tenaga medis mengambil sampel darah pedagang saat Rapid Diagnostic Test (RDT) Covid-19 di Pasar Bantul, Yogyakarta, Rabu (24/6). Dinas Kesehatan Bantul  menyebut total ada karyawan dan pedagang sebanyak 700 orang pedagang Pasar Bantul yang akan menjalani rapid test pada Rabu (24/6) dan Kamis (25/6). Pasar Bantul diprioritaskan untuk digelar rapid test, karena memiliki potensi penularan Covid-19 karena banyak didatangi pedagang dari luar daerah.

Tenaga medis mengambil sampel darah pedagang saat Rapid Diagnostic Test (RDT) Covid-19 di Pasar Bantul, Yogyakarta, Rabu (24/6). Dinas Kesehatan Bantul menyebut total ada karyawan dan pedagang sebanyak 700 orang pedagang Pasar Bantul yang akan menjalani rapid test pada Rabu (24/6) dan Kamis (25/6). Pasar Bantul diprioritaskan untuk digelar rapid test, karena memiliki potensi penularan Covid-19 karena banyak didatangi pedagang dari luar daerah.

Foto: Wihdan Hidayat/ Republika
Dinkes Bantul menargetkan bisa menjangkau semua pedagang pasar tradisional se-Bantul.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL - Belasan pedagang pasar tradisional di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan reaktif berdasarkan hasil rapid test Covid-19 massal yang digelar Dinas Kesehatan setempat.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul Sri Wahyu Joko Santosa mengatakan, pelaksanaan rapid test massal bertempat di Pasar Bantul pada 24 dan 25 Juni. Sasarannya adalah ratusan pedagang dan kemudian didapatkan hasil reaktif dari belasan pedagang.

"Hasil rapid test di Pasar Bantul hari pertama 24 Juni, jumlah peserta sebanyak 250 orang dengan dua orang reaktif. Kemudian pada hari kedua 25 Juni, jumlah peserta 201 orang dengan 10 orang reaktif," katanya, Jumat.

Menurut dia, pelaksanaan tes cepat untuk deteksi antibodi terhadap virus Covid-19 itu sebenarnya sudah dilakukan selama tiga hari. Namun pada hari pertama 22 Juni rapid test yang menyasar pegawai toko ritel Grosir di Piyungan dengan jumlah peserta 38 orang semua hasil tesnya nonreaktif.

Sri Wahyu yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul mengatakan, bagi semua peserta rapid test yang reaktif akan dilanjutkan dengan pemeriksaan swab real time polymerase chain reaction (RT-PCR) untuk penegakan diagnosis.

Pelaksanaan tes lanjutan dengan mengambil sampel dahak akan dilaksanakan di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bantul di Bambanglipuro. Sedangkan untuk tindak lanjut di tempat mereka bekerja menunggu hasil swab agar lebih pasti.

"Kita ketahui bahwa hasil rapid test reaktif bukan penentu diagnosa penegakan Covid-19," kata pria yang akrab disapa dokter Oky ini.

Dalam pelaksanaan rapid test Covid-19 massal tersebut, Dinkes Bantul menargetkan bisa menjangkau semua pedagang pasar tradisional se-Bantul. Menurut data Dinas Perdagangan total pedagang sekitar delapan ribu orang. Tes cepat dilakukan bertahap dari pasar ke pasar.

"Satu bulan harus bisa selesai target kita delapan ribu pedagang. Jadi jangan lama-lama, nanti keburu menyebar kemana-mana kalau ternyata ada yang positif," kata Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharja.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA