Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Manfaat Pisang Berdasarkan Warna dan Tingkat Kematangannya

Jumat 26 Jun 2020 01:58 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Nora Azizah

Selama ini, pisang dikenal bisa membantu sembelit atau konstipasi (Foto: ilustrasi pisang)

Selama ini, pisang dikenal bisa membantu sembelit atau konstipasi (Foto: ilustrasi pisang)

Foto: Wallpaper Flare
Selama ini, pisang dikenal bisa membantu sembelit atau konstipasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tak hanya menjadi camilan serbaguna dan bergizi, pisang juga diyakini dapat membantu mengatasi konstipasi atau sembelit. Namun benarkah itu? Dilansir di laman Mind Body Green, Jumat (26/6), berikut ulasannya bersama beberapa dokter. 

Sebenarnya, hal yang dapat mempengaruhi pencernaan dari pisang adalah karena warnanya atau tingkat kematangannya. Pada pisang hijau, atau pisang mentah, teksturnya lebih keras dan memiliki kandungan pati yang lebih tinggi, yaitu pati resisten dan pektin. 

"Pektin dan pati resisten berfungsi sama dengan serat larut, dan juga memiliki efek prebiotik, memberi makan bakteri baik Anda,” ujar dokter kedokteran integratif Alejandra Carrasco, MD.

Baca Juga

Dengan demikian, pisang yang memiliki rasa agak pahit itu baik untuk kesehatan usus secara keseluruhan. Namun, pati resisten akan lebih sulit dicerna.

"Dengan demikian, mereka dapat menyebabkan atau memperburuk konstipasi yang sudah ada sebelumnya," kata sebuah penelitian. Namun, pada faktanya, dokter keluarga Bindiya Gandhi, MD, mengatakan mereka telah terbukti membantu mengatasi diare.

Pada intinya, karena pisang hijau tinggi prebiotik dan pati resisten, pisang hijau baik untuk menciptakan mikrobioma usus yang sehat. Namun, mereka sulit dicerna dan dapat menyebabkan konstipasi.

Sementara, menurut Carrasco, pisang kuning kehilangan isi kanji saat mulai matang. Pati yang terkandung sebenarnya tidak hilang begitu saja. 

Pati ini berubah menjadi gula sederhana, meningkatkan indeks glikemik dan manisnya pisang. Saat pati resisten terurai, pisang menjadi lebih mudah dicerna.

Pisang kuning juga relatif tinggi serat larut dan tidak larut. Tepatnya, sekitar 3 gram per pisang ukuran sedang, yang membantu meningkatkan keteraturan.

Pada intinya, pisang kuning memiliki kandungan gula lebih tinggi dari pisang hijau. Akan tetapi karena mereka lebih rendah dalam pati resisten, mereka dapat membantu pencernaan dan meningkatkan keteraturan.

Pisang kecoklatan atau pisang yang agak matang, akan terus kehilangan pati resisten dari waktu ke waktu. Karena gula dan karbohidrat mereka lebih tinggi, Gandhi mengatakan mereka dapat memiliki efek peradangan pada beberapa orang.

Bagi mereka yang tidak terpengaruh, pisang coklat dapat bermanfaat untuk pencernaan karena pati mereka yang rendah. Tapi menurut Carrasco, mereka juga memiliki antioksidan tertinggi. 

Pada intinya, pisang yang kecoklatan, akan membantu untuk mempermanis smoothie atau roti pisang karena sebagian besar pati mereka telah berubah menjadi gula. Mereka mudah dicerna, yang dapat membantu meringankan sembelit. Siapa pun yang sensitif terhadap gula atau karbohidrat berlebih dapat memiliki respons peradangan.

Pisang memiliki nilai gizi pada setiap fase kematangan, tetapi manfaatnya berbeda sepanjang jalan. Pisang hijau sebenarnya dapat menyebabkan sembelit karena mereka tinggi pati resisten. Pisang kuning dan coklat lebih rendah pati resisten dan lebih mudah dicerna.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA