Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Menengok New Normal dalam Kunjungan Jokowi ke Daerah

Kamis 25 Jun 2020 11:34 WIB

Rep: Sapto Andika Candra / Red: Ratna Puspita

Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Foto: Ist
Kunjungan kerja ini jadi adaptasi kebiasaan baru dalam kegiatan presiden di daerah.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur, Kamis (25/6). Kunjungan kali ini sekaligus yang pertama kali dilakukan di tengah pandemi Covid-19 masih berlangsung, bahkan kala angka kenaikan kasus harian masih tinggi. 

Meski dilakukan di tengah pandemi, pihak istana kepresidenan menjamin seluruh protokol kesehatan dijalankan dalam keberangkatan presiden ke Surabaya dan selama rangkaian kunjungan berlangsung. Kunjungan kerja kali ini sekaligus menjadi pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru dalam kegiatan presiden di daerah. 

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono memastikan pihaknya telah melakukan persiapan khusus dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Heru menjelaskan rombongan terbatas yang turut serta dalam kunjungan kerja ini telah melakukan pemeriksaan kesehatan dan rapid test sebagai upaya antisipasi penyebaran Covid-19.

Baca Juga

"Sekretariat Presiden tentunya dengan jajarannya menerapkan secara disiplin hal ini (protokol kesehatan). Pertama, sebelum berangkat para pendamping Bapak Presiden baik itu menteri, paspampres, dan perangkat lainnya akan dilakukan rapid test," tuturnya di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Kapasitas pesawat kepresidenan yang digunakan selama kunjungan kerja juga dibatasi hingga separuhnya mengikuti protokol kesehatan yang berlaku. Semula, Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 biasa menampung hingga 55 penumpang dalam tiap kali perjalanan. 

Di tengah pandemi ini, kapasitas tersebut dikurangi hingga menjadi 25 penumpang saja. "Protokol keamanan tetap kami terapkan, yaitu mereka (rombongan lain) akan berangkat lebih dulu sehingga isi dari pesawat hanya 50 persen," ujarnya.

Heru berharap agar kunjungan kerja pertama Presiden Joko Widodo di masa adaptasi kebiasaan baru ini dapat terlaksana dengan baik dengan mengacu pada penerapan protokol kesehatan yang ada. "Mudah-mudahan kunjungan Bapak Presiden pertama kali dalam kondisi new normal ini bisa diikuti dengan kegiatan ekonomi lainnya yang tidak lepas dari pengetatan protokol kesehatan. Kami tentunya sangat berharap ini bisa berjalan dengan baik," katanya.

Kunjungan kerja ini memang dilakukan di tengah penambahan kasus di Jawa Timur yang masih tinggi, bahkan akumulasi kasusnya nyaris melampaui DKI Jakarta. Jokowi terakhir kali melakukan kunjungan kerja pada 1 April lalu saat meninjau RS darurat di Pulau Galang.

Per Rabu (24/6) kemarin, Jawa Timur menyumbangkan penambahan kasus harian tertinggi nasional sebanyak 183 orang. Angka kumulatif kasus positif di Jawa Timur sampai hari ini sebanyak 10.298 orang. Sementara DKI Jakarta, kendati jumlah kasusnya masih lebih banyak dari Jatim, yakni 10.404 orang. Namun, penambahan kasus pada 24 jam terakhir tidak setinggi Surabaya, yakni 157 orang.

Sesampainya di Surabaya,  presiden melakukan pertemuan dengan forkopimda di Jawa Timur, termasuk Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dan seluruh bupati dan walikota di Jawa Timur.

Dalam pertemuan yang digelar di Gedung Grahadi Surabaya pagi ini, Presiden juga akan melakukan video conference dengan perwakilan 99 rumah sakit rujukan Covid-19 di seluruh daerah di Jawa Timur, serta sejumlah pelaku industri.

Usai melakukan pertemuan di Grahadi, Jokowi akan melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi untuk meninjau sejumlah destinasi wisata. Di sana, presiden akan memastikan berjalannya kenormalan baru di lokasi wisata. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA