Kamis 25 Jun 2020 00:37 WIB

169 Pedagang Pasar Bambu Kuning Dites Covid-19

Pedagang yang ditemukan reaktif saat rapid test langsung menjalani uji usap

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Tenaga medis mengambil sampel darah pedagang saat Rapid Diagnostic Test (RDT) Covid-19. Pedagang yang ditemukan reaktif saat rapid test langsung menjalani uji usap. Ilustrasi.
Foto: Wihdan Hidayat/ Republika
Tenaga medis mengambil sampel darah pedagang saat Rapid Diagnostic Test (RDT) Covid-19. Pedagang yang ditemukan reaktif saat rapid test langsung menjalani uji usap. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Sebanyak 169 pedagang di Pasar Bambu Kuning, Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengikuti tes cepat dan uji usap untuk mendeteksi virus corona (Covid-19). Keterangan ini disampaikan Lurah Sunter Agung, Danang Wijanarko di Jakarta, Rabu.

"Total pedagang yang terdaftar sebanyak 199 orang," kata Danang.

Baca Juga

Danang menjelaskan para pedagang itu sebagian mengikuti tes cepat (rapid test), uji usap dan kedua-duanya. Mekanisme pemeriksaan merupakan kebijakan pihak Puskesmas Tanjung Priok.

Hasil pemeriksaan sebanyak 112 orang mengikuti rapid test dan 157 orang mengikuti uji usap. Pedagang yang ditemukan reaktif saat rapid test langsung menjalani uji usap.

"Untuk uji usap, dibutuhkan waktu sepekan untuk mengetahui hasilnya," jelas Danang.

Ia menjelaskan Pasar Bambu Kuning merupakan wilayah RW 7 dan masuk kategori zona hijau. Awalnya di wilayah itu ada tiga pasien Covid-19. "Saat ini sudah tidak ada lagi, karena satu sembuh dan dua meninggal dunia," kata Danang. Dia berharap pemeriksaan itu dapat memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kelurahan Sunter Agung.

Kepala Pasar Bambu Kuning Purwanto mengatakan pemeriksaan itu wajib diberlakukan untuk para pedagang. "Semuanya diwajibkan ikut dan tidak ada yang menolak. Kalau memang hari ini tidak datang, kita minta untuk melakukan tes mandiri dan bisa membuktikannya sebelum berdagang," kata Purwanto.

Para pedagang antusias mengikuti pemeriksaan Covid-19 dilihat dengan padatnya antrean. Keikutsertaan para pedagang karena mereka ingin mengetahui kondisi kesehatan mereka saat melayani pembeli di pasar.

Selain itu, pengelola pasar juga menjamin kondisi pasar tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Antara lain seperti menyediakan sarana cuci tangan, menggunakan masker, sampai dengan membuat batas aman antara pedagang dan pembeli.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement