Wednesday, 22 Zulhijjah 1441 / 12 August 2020

Wednesday, 22 Zulhijjah 1441 / 12 August 2020

Doni Monardo: Wajar Tambahan Kasus Covid-19 Jatim Tinggi

Rabu 24 Jun 2020 20:14 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Teguh Firmansyah

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo.

Foto: ANTARA/PUSPA PERWITASARI
Tingginya kasus Covid-19 di Jatim karena tes yang dilakukan secara masif.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19, Doni Monardo menilai tingginya tambahan pasien positif Covid-19 di Jawa Timur tinggi adalah wajar. Menurut Doni, hal itu tak lepas dari masifnya tes yang dilakukan pemerintah setempat. Saat ini rata-rata tes yang dilakukan di jatim, lebih dari 2.000 per hari.

"Karena sudah lebih dari 2.000 spesimen per hari, oleh karenanya wajar kalau rata-rata per hari bisa mendapatkan kasus positif bervariasi antara 100 sampai 300 kasus per sehari," ujar Doni di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (24/6).

Doni pun mengingatkan perlunya langkah-langkah tepat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Menurutnya yang perlu digalakan adalah kesadaran isolasi mandiri tingkat RT atau RW, bagi pasien positif Covid-19 tanpa gejala klinis.

"Saya melihat bahwa langkah-langkah seperti ini sudah dilakukan, hanya mungkin harus bisa lebih agresif. Sehingga mereka yang sudah positif terpapar Covid-19 dan juga mereka yang terduga kontak erat, itu harus disiplin untuk tidak melakukan kegiatan di luar rumah," ujar Doni.

Doni mendorong Pangkogabwilhan dua, bisa menggerakkan jajaran TNI dan Polri untuk meningkatkan tingkat kepedulian masyarakat. Sehingga, seluruh warga betul-betul memiliki kepatuhan. Kepatuhan yang tertanam, kata dia, bukan saja karena kehadiran jajaran TNI dan Polri..

"Tetapi lebih kepada kesadaran dan kepatuhan yang sifatnya personal. Artinya tanpa diawasi pun tanpa diberikan peringatan pun masyarakat secara ikhlas mau mengikutinya," ujar Doni.

Doni mengingatkan, upaya pencegahan adalah bagian dari ibadah. Dengan melindungi diri sendiri berarti juga melindungi orang lain.  "Maka kita akan menjadi bagian dari pahlawan kemanusiaan. Mungkin imbauan seperti ini harus digalakkan supaya bisa mengurangi (penularan Covid-19)" kata Doni.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA