Rabu 24 Jun 2020 09:20 WIB

Prajurit TNI Anggota Misi Perdamaian PBB Gugur di Kongo

Serma Rama Wahyudi gugur saat menjalankan misi perdamaian PBB di Kongo

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih
Sejumlah prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-P MONUSCO Kongo 2019 mengikuti persiapan di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Sentul Bogor. Serma Rama Wahyudi gugur saat menjalankan misi perdamaian PBB di Kongo. Ilustrasi.
Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Sejumlah prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-P MONUSCO Kongo 2019 mengikuti persiapan di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Sentul Bogor. Serma Rama Wahyudi gugur saat menjalankan misi perdamaian PBB di Kongo. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas gugurnya Serma Rama Wahyudi pada Selasa (23/6). Almarhum adalah salah satu putra bangsa yang ditugaskan pada misi perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO).

"Penghargaan setinggi-tingginya kepada Alm. Serma Rama Wahyudi atas pengabdiannya dalam menjaga perdamaian dunia. Semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan ketabahan," ujar Menlu Retno dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI, Rabu (24/6) pagi.

Baca Juga

Berdasarkan laporan yang diterima dari MONUSCO, sejauh ini terdapat dua korban personel Indonesia dari pertempuran bersenjata di wilayah Kongo tersebut. Serma Rama Wahyudi dinyatakan meninggal dunia, sementara korban lainnya Prt M Syafii Makbul masih dalam perawatan intensif.

"DK PBB telah mengutuk keras serangan kepada MONUSCO dan meminta otoritas Kongo untuk melakukan investigasi dan membawa pelakunya ke meja pengadilan," ujar Menlu Retno.

Indonesia, sebagai kontributor personel misi perdamaian PBB terbesar ke-8 di dunia, senantiasa aktif menyerukan perlunya peningkatan keamanan dan keselamatan personel misi perdamaian PBB pada forum–forum PBB. MONUSCO adalah misi pemelihara perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo dan merupakan misi PBB terbesar ke-2 di dunia. Saat ini terdapat 1.047 orang personel dari Indonesia yang ditugaskan di sana.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement