Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Pedagang di Pasar Tradisional Perlu Edukasi Covid-19

Selasa 23 Jun 2020 05:12 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Petugas kesehatan mengambil sampel darah pedagang saat tes diagnostik cepat atau rapid test Covid-19 di Pasar Leuwipanjang, Kota Bandung, Kamis (11/6). Pemerintah Kota Bandung melakukan rapid test secara acak terhadap pedagang terkait adanya salah satu pedagang di pasar tersebut positif terpapar virus Corona (Covid-19)

Petugas kesehatan mengambil sampel darah pedagang saat tes diagnostik cepat atau rapid test Covid-19 di Pasar Leuwipanjang, Kota Bandung, Kamis (11/6). Pemerintah Kota Bandung melakukan rapid test secara acak terhadap pedagang terkait adanya salah satu pedagang di pasar tersebut positif terpapar virus Corona (Covid-19)

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Pasar dianggap menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat 529 orang pedagang positif virus corona. Dari jumlah itu, 29 di antaranya meninggal dunia. Tak ayal, pasar dianggap menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Interaksi di pasar bukan hanya melibatkan orang per orang, melainkan barang dan uang. Maraknya penyebaran Covid-19 di pasar diduga akibat para pedagang tak mematuhi protokol kesehatan.

Sungguh ironis. Namun ini bukanlah sepenuhnya kesalahan dari rakyat atau pedagang pasar. Bisa jadi akibat kurangnya edukasi pemerintah terhadap rakyat karena pedagang butuh penanganan khusus, tak seperti yang lainnya.

PENGIRIM: Siti Komariah, Konda, Sulawesi Tenggara

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA